Hagia Sophia

29 January 2026

Taiwan Akan Masukan Virus Nipah Sebagai 'Category 5 Notifiable Disease', Ini Artinya

Ilustrasi (Foto: Getty Images/Manjurul)

Centers for Disease Control Taiwan (CDC) berencana memasukkan infeksi virus Nipah sebagai Category 5 notifiable disease yang wajib dilaporkan, menyusul munculnya wabah baru di India.

Pejabat CDC Taiwan mengatakan kepada CNA pada Minggu bahwa pihaknya telah merilis rancangan perubahan peraturan pengendalian penyakit menular pada 16 Januari. Dalam rancangan tersebut, infeksi virus Nipah akan diklasifikasikan sebagai Category 5 notifiable disease.

Sebagai Category 5 notifiable disease, infeksi virus Nipah digolongkan sebagai penyakit baru atau langka dengan risiko tinggi terhadap kesehatan masyarakat, sehingga mewajibkan pelaporan segera serta penerapan langkah-langkah pengendalian khusus.

Aturan tersebut masih harus melalui masa konsultasi publik selama 60 hari, saat masyarakat dapat menyampaikan pendapat, sebelum resmi diberlakukan.

Meski CDC berencana mengklasifikasikan virus Nipah sebagai Category 5 notifiable disease, Wakil Direktur Jenderal CDC, Lin Ming-cheng mengatakan Taiwan tetap mempertahankan peringatan perjalanan Level 2 "kuning" untuk negara bagian Kerala di India barat daya, yang selama ini dikenal sebagai wilayah endemis virus Nipah, serta belum mengeluarkan peringatan untuk Benggala Barat maupun wilayah lainnya.

Dalam sistem peringatan perjalanan Taiwan yang terdiri dari empat tingkat, peringatan Level 2 "kuning" mengimbau wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, namun tidak melarang perjalanan.

Lin menambahkan, peringatan perjalanan akan diperbarui seiring perkembangan wabah. Jika terjadi penularan di tingkat komunitas, level peringatan dapat dinaikkan. Namun, apabila kasus tetap terbatas di rumah sakit, wisatawan hanya akan diimbau untuk menghindari fasilitas medis di wilayah terdampak.

Di sisi lain, gejala awal infeksi virus Nipah menyerupai influenza, dan pada sebagian kasus tidak menimbulkan gejala sama sekali. Pada kondisi yang lebih berat, infeksi dapat berkembang menjadi ensefalitis (radang otak) dan kejang, bahkan pasien berisiko mengalami koma dalam waktu 24 hingga 48 jam. Penyintas dapat mengalami dampak jangka panjang, seperti kejang berulang atau perubahan kepribadian.

Otoritas kesehatan mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan ke wilayah yang menjadi daerah penyebaran virus Nipah serta menjaga kebersihan diri, termasuk rutin mencuci tangan, terutama setelah kontak dengan hewan. Buah-buahan juga harus dicuci bersih sebelum dikonsumsi.

"Langkah perlindungan seperti penggunaan sarung tangan, masker, dan pakaian pelindung perlu diterapkan saat menangani hewan, khususnya hewan yang sakit, ujar Lin, dikutip dari Taiwan News.

Ia juga mengingatkan wisatawan agar berhati-hati saat mengonsumsi air kelapa di luar negeri serta menghindari buah yang tampak telah digigit kelelawar atau terkontaminasi.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Virus Nipah di Taiwan Bakal Masuk 'Category 5 Notifiable Disease', Apa Itu?"