![]() |
| istimewa |
Kementerian Kesehatan RI memastikan hingga saat ini belum menemukan kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia, di tengah meningkatnya kewaspadaan global menyusul laporan kasus di India.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman mengatakan, berdasarkan pemantauan situasi global dan laporan WHO, hingga 23 Januari tercatat ada dua kasus konfirmasi dan tiga kasus suspek virus Nipah di West Bengal, India. Meski demikian, belum ada laporan kematian dari kejadian tersebut.
"Namun sampai saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia," kata Aji saat dihubungi detikcom Senin (26/1/2026).
Aji menjelaskan, pemerintah terus memantau perkembangan situasi virus Nipah, baik di India maupun negara lain, melalui kanal resmi dan pemantauan media. Kemenkes juga telah mengeluarkan notifikasi atau disease alert terkait kejadian tersebut melalui laman https://infeksiemerging.kemkes.go.id.
Selain itu, pengawasan terhadap orang, barang, dan alat angkut dari negara atau wilayah yang melaporkan kasus Nipah juga diperketat.
"Setiap pelaku perjalanan yang kembali ke Indonesia dari luar negeri wajib melapor melalui aplikasi All Indonesia untuk menjaring pelaku perjalanan yang mengalami gejala dan berasal dari negara terjangkit, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.
Kemenkes juga meningkatkan pemantauan dan deteksi dini melalui berbagai sistem surveilans, antara lain Event Based Surveillance dalam Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), PHEOC, serta Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan (SINKARKES).
Pengamatan dan penemuan kasus di wilayah juga diperkuat melalui SKDR dan surveilans sentinel penyakit infeksi emerging di rumah sakit. Di sisi lain, Kemenkes turut menyebarluaskan materi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) berupa FAQ, poster, serta pedoman terkait virus Nipah yang dapat diakses masyarakat.
"Deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan juga terus dilakukan terhadap seseorang yang mengalami gejala mengarah ke penyakit virus Nipah dan memiliki faktor risiko, seperti riwayat perjalanan dari India dalam 14 hari terakhir, kontak dengan hewan terinfeksi, atau konsumsi nira atau aren mentah," jelas Aji.
Kemenkes mengimbau masyarakat, khususnya pelaku perjalanan dari luar negeri, agar segera melapor dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala mencurigakan, sebagai langkah antisipasi agar virus Nipah tidak masuk dan menyebar di Indonesia.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ramai Virus Nipah, Kemenkes Minta Warga Lapor Jika Bergejala Pulang dari India"
