Hagia Sophia

29 January 2026

Pakar: Pelancong India yang Masuk RI Diskrining Ketat

Foto: Getty Images/iStockphoto/Manjurul

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama meminta pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan dan skrining terhadap pelaku perjalanan dari India menyusul munculnya kembali kasus infeksi virus Nipah di negara tersebut.

Menurut Prof Tjandra, langkah ini penting mengingat cukup banyaknya kunjungan warga India ke Indonesia, termasuk dari wilayah yang saat ini terdampak kasus, seperti Kalkuta dan negara bagian West Bengal.

"Cukup banyaknya kunjungan warga India ke negara kita maka nampaknya perlu pengamatan khusus, setidaknya untuk mereka yang datang dari daerah Kalkuta dan West Bengal," ujar Prof Tjandra dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).

Ia menambahkan, Indonesia juga perlu terus memantau secara ketat perkembangan penularan virus Nipah, tidak hanya di India tetapi juga di negara-negara tetangga.

"Kita di Indonesia baiknya juga waspada dan mengikuti secara ketat perkembangan penularan yang ada, baik di India maupun di berbagai negara tetangga," katanya.

Selain penguatan skrining di pintu masuk negara, Prof Tjandra menekankan pentingnya peningkatan koordinasi dengan organisasi dan jejaring kesehatan internasional, khususnya WHO kawasan Asia Tenggara (SEARO) dan Pasifik Barat (WPRO).

"Koordinasi dengan WHO Asia Tenggara (SEARO) dan juga Pasifik Barat (WPRO) tentu perlu ditingkatkan, juga pengaktifan kegiatan ACPHEED (ASEAN Center for Public Health Emergencies and Emerging Diseases), apalagi Indonesia memegang peran deteksi dan asesmen risiko di ACPHEED ini," jelasnya.

Diketahui, virus Nipah merupakan penyakit zoonotik berbahaya dengan tingkat kematian yang tinggi dan hingga kini belum memiliki vaksin maupun obat spesifik. Di India, kasus terbaru menunjukkan adanya penularan antarmanusia, sehingga meningkatkan risiko penyebaran lintas negara.

Prof Tjandra mengingatkan, kewaspadaan di pintu masuk negara menjadi kunci penting untuk mencegah masuknya kasus ke Indonesia. "Deteksi dini dan pengawasan ketat jauh lebih baik daripada terlambat menangani ketika kasus sudah muncul di dalam negeri," tegasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Heboh Virus Nipah, Pakar Minta Pelancong India yang Masuk RI Diskrining Ketat"