Hagia Sophia

29 January 2026

Dua Nakes di India Terinfeksi Virus Nipah, Satu Orang Kritis

Foto ilustrasi: Getty Images/Pornpak Khunatorn

Pejabat kesehatan India kini berjuang untuk menahan wabah virus Nipah (NiV) mematikan yang tidak memiliki vaksin atau obat. Sejauh ini, ada lima kasus terkonfirmasi virus Nipah di negara bagian timur Benggala Barat, India.

Bahkan, virus ini sampai menginfeksi dua tenaga kesehatan (nakes) atau perawat di sebuah rumah sakit. Temuan virus yang dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi ini memicu peringatan sosial, karantina, hingga pengawasan ketat.

Kasus yang terjadi pada dua perawat yang bekerja di Rumah Sakit Spesialisasi Narayana, rumah sakit swasta yang berlokasi di Barasat, Bengal Barat, sekitar 16 mil dari Kolkata.

"Dua perawat di sebuah rumah sakit swasta terinfeksi virus Nipah, dan salah satunya dalam kondisi kritis," beber Sekretaris Utama Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga Bengal Barat, Narayan Swaroop Nigam, dikutip dari The Telegraph.

Sempat Bertugas Bersama Selama Beberapa Hari

Kedua perawat tersebut bertugas bersama pada 28-30 Desember 2025. Beberapa hari kemudian, antara 31 Desember hingga 2 Januari 2026, keduanya mulai mengalami demam tinggi dan sesak napas.

Kondisi keduanya memburuk hingga akhirnya dirawat di unit perawatan intensif pada 4 Januari.

Dugaan Sumber Infeksi

Berdasarkan investigasi awal, salah satu perawat kini berada dalam kondisi koma. Keduanya diduga tertular virus saat merawat seorang pasien dengan gejala pernapasan berat yang kemudian meninggal dunia, sebelum sempat menjalani pengujian laboratorium.

"Sumber infeksi yang paling mungkin adalah pasien yang sebelumnya dirawat di rumah sakit yang sama. Pasien sedang dirawat sebagai kasus indeks yang dicurigai, dan investigasi sedang berlangsung," jelas seorang pejabat kesehatan senior yang terlibat dalam pengawasan Nipah di Bengal Barat.

Kasus ini mendorong otoritas kesehatan setempat memberlakukan karantina darurat, pengawasan intensif, serta pelacakan kontak. Hingga saat ini, sebanyak 180 orang telah menjalani pemeriksaan dan 20 orang dengan risiko tinggi ditempatkan dalam karantina.

"Semuanya tanpa gejala dan hasil tesnya negatif. Kami akan menguji mereka lagi sebelum karantina 21 hari mereka berakhir," ujar Nigam.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "2 Perawat di India Terinfeksi Virus Nipah, Satu Orang Dilaporkan Kritis"