Hagia Sophia

09 March 2023

Berikut Ini Deretan Jenis Stroke Selain di Otak

Foto: Getty Images/iStockphoto/Oleksandr Shchus

Kiky Saputri belum lama ini menanggapi cuitan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang banyaknya masyarakat Indonesia yang memilih berobat di luar negeri.

"Hampir 2 juta orang Indonesia masih memilih berobat ke luar negeri setiap tahun. Kurang lebih 1 juta ke Malaysia, 750 ribu ke Singapura, sisanya ke Jepang, Amerika, Jerman, dll," tulis Jokowi, Senin (6/3).

Pernyataan tersebut kemudian mendapatkan balasan dari Kiky Saputri dengan menceritakan pengalamannya. Kiky Saputri mengungkapkan, mertuanya sempat mendapatkan diagnosis stroke kuping ketika pendengarannya terganggu saat berobat di rumah sakit Indonesia.

Kondisi pendengaran sang mertua kemudian kian memburuk setelah mendapatkan penanganan. Namun, setelah melakukan pemeriksaan di rumah sakit di Singapura, mertua Kiky Saputri justru didiagnosis flu, bukan stroke.

"Akhirnya ke RS Singapura dan diketawain sama dokternya mana ada stroke kuping. Itu cuma flu jadinya bindeng ke telinga dan sekarang sudah sembuh. Kocak kan?" sambungnya.

Stroke sendiri menggambarkan kondisi serius yang terjadi saat bagian otak tidak memiliki aliran darah yang cukup. Ini paling sering terjadi karena arteri yang tersumbat atau perdarahan di otak. Tanpa suplai darah yang stabil, sel-sel otak di area tersebut mulai mati karena kekurangan oksigen.

Akan tetapi, beberapa gangguan medis pun juga kerap diberi istilah 'stroke'. Hal tersebut karena stroke kerap terjadi secara tiba-tiba dan harus ditangani segera lantaran dapat menjadi kondisi yang membahayakan. Berikut beberapa kondisi yang diberi istilah 'stroke'.

1. Heat Stroke

Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC AS), heat stroke adalah penyakit terkait serangan panas yang serius. Itu terjadi ketika tubuh tidak lagi dapat mengontrol suhunya, seperti suhu tubuh naik dengan cepat, mekanisme berkeringat gagal, dan tubuh tidak dapat menjadi dingin.

Saat serangan panas terjadi, suhu tubuh dapat naik hingga 106°F (41 celcius) atau lebih tinggi dalam waktu 10 hingga 15 menit. Heat stroke dapat menyebabkan cacat permanen atau kematian jika orang tersebut tidak mendapatkan perawatan darurat.

Adapun gejalanya meliputi:
  • Kebingungan, perubahan status mental, bicara cadel
  • Kehilangan kesadaran (koma)
  • Panas, kulit kering atau banyak berkeringat
  • Kejang
  • Suhu tubuh yang sangat tinggi
  • Fatal jika pengobatan tertunda
2. Ear Stroke

Stroke kuping atau ear stroke seperti yang dialami oleh mertua Kiky, merupakan kondisi yang mengacu pada gangguan pendengaran sensorineural mendadak atau Sudden Sensorineural Hearing Loss (SSNHL). Kondisi tersebut terjadi di telinga dengan serangan dan manifestasi secara tiba- tiba, yaitu kehilangan pendengaran secara tiba-tiba biasanya unilateral (satu telinga).

Gejalanya dapat berupa penurunan pendengaran secara tiba-tiba dengan kurang dari 72 jam. Apabila kondisi ini tak segera diobati, SSNHL bisa memicu penurunan pendengaran permanen.

Karenanya, untuk mengetahui seseorang terkena stroke kuping atau tidak dibutuhkan pemeriksaan fisik dan penunjang yang komprehensif.

3. Eye Stroke

Dalam kasus stroke mata, penyumbatan mempengaruhi retina. Retina adalah lapisan tipis yang melapisi permukaan bagian dalam belakang mata.

Ketika vena retina tersumbat, mereka akan mengeluarkan cairan ke retina. Ini menyebabkan pembengkakan, yang mencegah oksigen bersirkulasi dan memengaruhi kemampuan untuk melihat.

Tidak selalu jelas mengapa stroke mata terjadi, namun kondisi kesehatan tertentu, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes, dapat meningkatkan risiko penyakit ini.

Adapun gejala stroke mata bisa berkembang perlahan selama berjam-jam atau berhari-hari, atau bisa datang tiba-tiba, termasuk:
  • Floaters, yang muncul sebagai bintik abu-abu kecil yang melayang-layang di bidang penglihatan Anda. Floaters terjadi ketika darah dan cairan lain bocor dan kemudian menggumpal di cairan, atau vitreous, di tengah mata Anda
  • Nyeri atau tekanan pada mata, meski stroke mata seringkali tidak menimbulkan rasa sakit
  • Penglihatan kabur yang terus memburuk di sebagian atau seluruh satu mata
  • Kehilangan penglihatan total yang terjadi secara bertahap atau tiba-tiba
4. Spinal Stroke

Selain mata dan kuping, ternyata stroke juga bisa terjadi di tulang belakang. Kondisi ini terjadi karena penyumbatan pada suplai darah sumsum tulang belakang. Tanpa suplai darah yang memadai, sumsum tulang belakang tidak menerima oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk berfungsi.

ni dapat menyebabkan sakit punggung yang parah, kelemahan anggota tubuh, dan hilangnya sensasi saraf. Dokter biasanya menyebut stroke tulang belakang sebagai infark sumsum tulang belakang.

Gejala stroke tulang belakang dapat bervariasi pada setiap orang, tergantung pada lokasi stroke di tulang belakang. Tingkat keparahan kerusakan dan kecepatan pengobatan juga mempengaruhi gejala.

Gejalanya meliputi:
  • Kejang otot
  • Kesulitan bergerak
  • Mati rasa
  • Inkontinensia, kehilangan kontrol kandung kemih
  • Perasaan geli
  • Kelemahan otot
  • Kelumpuhan
  • Sulit bernafas
  • Sakit di leher atau punggung
Dalam kasus yang parah, stroke tulang belakang dapat menyebabkan kematian.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dokter Singapura Ketawain Stroke Kuping? Ini Deretan Stroke Selain di Otak"