Hagia Sophia

09 March 2023

Cerita Pria yang Pernah Alami 'Stroke Kuping'

Ilustrasi 'stroke kuping'. (Foto: ilustrasi/thinkstock)

Baru-baru ini, istilah 'stroke kuping' viral di media sosial Twitter. Hal ini dikarenakan komedian Kiky Saputri menulis cuitan yang menceritakan mertuanya pernah mengidap stroke kuping. Namun, setelah berobat ke Singapura, dokter mengatakan itu hanya flu biasa yang membuat telinga bindeng.

Memang bukan 'stroke' sesungguhnya seperti yang dikenal dalam dunia medis, 'stroke kuping' merupakan istilah awam untuk kondisi yang disebut sudden sensorineural hearing loss (SSHL). Beberapa menyebutnya sudden deafness alias ketulian mendadak.

Dalam keseharian, kondisi seperti ini beneran terjadi. Seorang survivor 'stroke kuping', Gagah Wijoseno, berbagi kisahnya ketika ia mengalami penyakit tersebut. Bermula pada tahun 2014, ia mengalami penurunan pendengaran di telinga sebelah kanan secara tiba-tiba.

"Biasa gue kegiatan jam 12 malam, bangun jam 4 pagi. Gue berangkat ke kantor pakai helm, itu udah kayak kebas (mati rasa) di sebelah kanan. Sampai di kantor makin parah. Pendengarannya makin hilang. Di sebelah ada kawan ngomong udah nggak kedengeran. Jadi kalau mau dengar harus gini (mendekatkan telinga ke lawan bicara)," cerita Gagah kepada detikcom, Rabu (8/3/2023).

Ia merasa kondisi fisiknya sangat baik sebelumnya. Tidak ada demam atau pusing. Semakin sore, Gagah merasa telinganya kebas. Ia memutuskan langsung ke dokter THT sepulang bekerja.

"Kata dokter 'bisa dibilang stroke kuping, Mas.' Istirahat bed rest 2 minggu. Obatnya cuma istirahat doang," ungkapnya.

Sejujurnya, ia bingung ketika dokter menyuruhnya istirahat beberapa pekan. Pasalnya, tahun tersebut adalah momen menjelang Pemilu sehingga sebagai wartawan, Gagah harus tetap bekerja. Ia pun bernegosiasi dengan dokter agar waktu istirahatnya dikurangi.

"Dokter kembalikan lagi ke kita. Terserah saja, tapi kualitas hidup Anda menurun," kata Gagah. Ia mengaku malu karena tidak bisa mendengar suara dengan jelas di sekitarnya.

Gagah pun mencoba berobat ke dokter lain sebagai pilihan kedua. Ia berobat ke spesialis THT di Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (RSCM). Ternyata dokter di sana juga menyarankan untuk istirahat selama 2 minggu. Dokter mengatakan saraf-saraf di telinga mati.

"Dokter bilang saraf-saraf di telinga mati. Makanya dibilang kayak stroke. Katanya sih karena kecapean."

Gagah yang saat itu berusia 32 tahun pun akhirnya istirahat selama tiga hari. Kala itu, dia tidak melakukan banyak aktivitas untuk memulihkan kondisinya.

Beberapa hari setelahnya, keluhan di kuping mulai berkurang. Namun sampai sekarang, fungsi pendengarannya tak lagi sama seperti sebelumnya.

"Kalau telinga gue sudah ada tanda-tanda kebas, gue istirahat sih. Horor banget kalau kena stroke kuping tuh. Masih ada sisanya, jadi ada beberapa area yang memang mati rasa gitu," pungkasnya.

Dalam dunia medis, istilah 'stroke kuping' memang tidak dikenal. Istilah ini hanya digunakan di kalangan awam untuk menggambarkan sudden sensorineural hearing loss (SSHL) atau biasa juga disebut sudden deafness.

"Mungkin karena berhubungan dengan saraf pendengaran makanya disebut stroke telinga," terang praktisi kesehatan dari Primaya Hospital Depok, dr Ahmad Wahyudin SpTHT, saat dihubungi detikcom, Rabu (8/3/2023).

Sudden deafness adalah gangguan pendengaran yang biasanya terjadi pada usia 30-60 tahun. Gejala penyakit ini seperti penurunan pendengaran secara tiba-tiba kurang dari 72 jam sebanyak 30 desibel atau lebih dan penurunan pada 3 frekuensi.

"Saat ini penyebabnya belum diketahui secara pasti. Namun, berkaitan dengan kondisi telinga dalam atau saraf pendengaran," jelasnya.

Walau secara resmi tidak dikenal di dunia medis, istilah stroke telinga sebenarnya kerap. Laman Quality Health Care misalnya, juga menggunakan istilah 'ear stroke' alias stroke kuping yang didefinisikan sebagai gangguan pendengaran sensorineural mendadak. Dalam waktu 3 hari, orang akan kehilangan sebagian atau seluruh kemampuan pendengarannya.

Laman The Healthy Journal juga menyebut stroke telinga sebagai kondisi gangguan kehilangan pendengaran mendadak. Dalam waktu singkat, pasien dengan stroke telinga akan kehilangan seluruh atau sebagian kemampuan pendengarannya.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Stroke Kuping Beneran Ada, Ini Cerita Pria yang Pernah Mengalaminya"