Hagia Sophia

30 March 2023

Ini Kata Kemenkes Tentang Kemungkinan Masuknya Virus Marburg ke Indonesia

Ilustrasi virus Marburg. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Professor25)

Kementerian Kesehatan RI telah menerima laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai kasus virus Marburg yang terjadi di Guinea Khatulistiwa pada 13 Februari 2023. Sejauh ini, tercatat 9 kematian dan 16 suspek yang dilaporkan di Provinsi Kie Ntem, Guinea Khatulistiwa.

Terkait hal tersebut, Kemenkes menanggapi dengan melakukan penilaian risiko cepat atau rapid risk assessment terhadap penyakit virus Marburg.

"Indonesia melakukan penilaian risiko cepat (rapid risk assessment) penyakit virus Marburg pada 20 Februari 2023. Hasilnya didapatkan bahwa kemungkinan adanya importasi kasus virus Marburg di Indonesia adalah rendah," sebut Kemenkes dalam keterangan tertulis, Rabu (29/3/2023).

Laporan itu juga menyebutkan sampai saat ini belum ditemukan kasus atau suspek penyakit virus Marburg di Indonesia. Kendati demikian, pemerintah tetap meminta masyarakat waspada, sembari langkah cepat pencegahan dilakukan.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr Maxi Rein Rondonuwu juga mengatakan pihaknya meningkatkan kewaspadaan terkait virus Marburg di pintu masuk baik darat, laut, dan udara. Ia juga menyampaikan pihaknya telah mengeluarkan edaran tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Marburg pada 28 Februari 2023.

"Jadi untuk Marburg ini kita sudah deteksi beberapa negara yang ada, terutama di Afrika. Jadi penguatan pintu masuk itu terus dilakukan seperti biasa, jadi untuk negara-negara yang terinfeksi dan kedatangan di daerah itu, diskrining di pintu masuk terutama di pelabuhan udara," kata dr Maxi saat ditemui detikcom di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/3).

Virus Marburg (filovirus) merupakan salah satu virus paling mematikan dengan fatalitas mencapai 88 persen. Penyakit virus Marburg merupakan penyakit demam berdarah yang jarang terjadi.

Belum ada vaksin yang tersedia di dunia, vaksin masih dalam pengembangan. Saat ini ada 2 vaksin yang memasuki uji klinis fase 1 yakni vaksin strain Sabin dan vaksin Janssen.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kemenkes Sebut Kemungkinan Importasi Virus Marburg di Indonesia Rendah"