Hagia Sophia

03 March 2023

Seorang Wanita Berusia 53 Tahun Dilaporkan Positif Flu Burung di China

(Foto: Getty Images/Brandon Bell)

Seorang wanita di China dilaporkan positif flu burung. Kasus terbaru H5N1 terdeteksi pada wanita berusia 53 tahun dari provinsi Jiangsu di China timur. Dia dikabarkan mengalami gejala pada akhir Januari setelah melakukan kontak dengan unggas.

Adapun kasusnya terungkap seminggu setelah seorang gadis dan ayahnya dari Kamboja juga terinfeksi varian serupa. Gadis tersebut berusia 11 tahun, menjadi orang pertama di negara itu yang meninggal akibat flu burung sejak 2014.

Para ahli mengatakan kasus flu burung ini disebabkan oleh penularan dari hewan ke manusia, bukan dari manusia ke manusia.

Ahli virologi Erik Karlsson, yang bekerja di Institut Pasteur Kamboja di Phnom Penh, juga mengungkapkan bahwa sampel yang diambil dari anak gadis itu menunjukkan beberapa perubahan jelas pada virus yang membuatnya lebih mudah menular.

"Virus itu milik clade 2.3.2.1c, yang merupakan strain endemik di wilayah tersebut," tuturnya kepada Nature.com.

"Ini adalah jenis yang sama yang mengakibatkan sejumlah infeksi pada manusia pada 2013 dan 2014 di Kamboja, dan telah terdeteksi secara berkala pada unggas sejak saat itu, termasuk pada ayam di pasar unggas hidup," imbuhnya.

Terkait kasus kematian di Kamboja akibat flu burung, Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk kesiapsiagaan dan pencegahan epidemi dan pandemi, Dr Sylvie Briand mengatakan penyebaran global virus dan infeksi terhadap manusia baru-baru ini disebutnya sangat mengkhawatirkan.

Pihaknya saat ini tengah berkomunikasi erat dengan pihak berwenang Kamboja untuk memahami lebih banyak tentang wabah tersebut. Selain itu, WHO juga telah memberi Kementerian Kesehatan Kamboja 3.000 dosis Tamiflu, obat antivirus yang digunakan untuk mengobati gejala virus flu.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ditemukan Lagi, Wanita Usia 53 Tahun di China Positif Flu Burung!"