Hagia Sophia

24 May 2023

Wabah Kolera Melanda Afrika Selatan, 10 Orang Meninggal

Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)

Kasus kematian akibat wabah kolera di Afrika Selatan bertambah. Departemen kesehatan provinsi Gauteng, Afrika Selatan mengumumkan temuan 19 kasus baru kolera di Hammanskraal, dibarengi 10 kasus kematian.

Afrika Selatan melaporkan kasus kematian kolera pertama pada bulan Februari 2023. Virus itu disebut tiba di Afrika Selatan dari Malawi.

Belum diketahui secara jelas jumlah pasti kasus kolera secara nasional. Namun Gauteng sebagai provinsi terpadat tempat Johannesburg dan Pretoria berada menjadi daerah yang paling terkena dampaknya.

Dikutip dari Reuters, wabah kolera terakhir di Afrika Selatan terjadi pada 2008-2009. Saat itu ada sekitar 12 ribu laporan kasus menyusul wabah yang juga terjadi di negara tetangga, Zimbabwe. Hal tersebut menyebabkan lonjakan impor kasus dan transmisi lokal.

Gejala dan Penyebab Kolera

Kolera adalah penyakit yang disebabkan oleh kontaminasi bakteri Vibrio cholerae. Bakteri tersebut biasanya menyebar melalui air yang terkontaminasi.

Kolera dapat menyebabkan diare parah dan dehidrasi. Jika tidak segera ditangani dengan benar, penyakit ini bisa berakibat fatal dalam hitungan jam, bahkan pada orang yang sebelumnya sehat.

Penyakit ini umumnya masih dapat ditemui di Afrika, Asia Tenggara, Haiti. Risiko wabah kolera paling tinggi ketika kemiskinan, perang, atau bencana alam memaksa masyarakat hidup dalam kondisi padat tanpa sanitasi yang memadai.

Pasien yang terpapar bakteri kolera umumnya tidak mengetahui bahwa mereka terinfeksi. Berikut ini adalah beberapa gejala kolera yang harus diwaspadai dikutip dari Mayo Clinic:

Diare
Diare karena kolera datang secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan secara ekstrem. Jumlah cairan yang hilang dari tubuh misa mencapai satu liter per jam.

Mual dan Muntah
Muntah karena penyakit kolera dapat berlangsung selama berjam-jam.

Dehidrasi
Dehidrasi dapat terjadi dalam beberapa jam setelah gejala akibat kolera muncul. Pasien akan kehilangan 10 persen atau lebih dari berat badan karena dehidrasi yang parah.

Tanda gejala dehidrasi kolera termasuk kelelahan, mulut kering, rasa haus ekstrim, kulit kering dan keriput, sedikit buang air kecil, tekanan darah rendah, hingga detak jantung tidak teratur. Selain itu, dehidrasi parah ini dapat menyebabkan kehilangan mineral secara cepat dalam darah.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Wabah Kolera Picu 10 Kasus Kematian di Afrika Selatan"