Hagia Sophia

31 July 2023

Es Abadi Cair, Virus Purba Ini Bisa Bangkit Lagi

Foto: Getty Images/AleksandrLutcenko

Pemanasan global memunculkan kekhawatiran baru di kalangan ilmuwan. Mereka cemas permafrost/es abadi yang membeku selama bertahun-tahun mencair dan melepaskan virus-virus purba yang terkurung di dalamnya.

"Risiko ini pasti akan meningkat dalam konteks pemanasan global, di mana pencairan lapisan es akan terus meningkat, dan lebih banyak orang akan menghuni Kutub Utara," ujar Jean-Michel Claverie, ahli biologi komputasi di Universitas Aix-Marseille di Prancis yang mempelajari virus purba dan eksotis, dikutip dari CNN, Minggu (30/7/2023).

Memang, virus tersebut sudah tersegel dalam permafrost selama ribuan tahun. Tapi peneliti di Pusat Penelitian Gabungan Komisi Eropa menemukan sekitar tiga persen dari virus purba itu bisa menjadi dominan setelah dilepaskan dari es. Artinya, patogen 'penjelajah waktu' itu memiliki risiko memicu perubahan pada ekologi sekaligus mengancam kesehatan manusia.

Berikut 8 virus purba yang bisa 'bangkit' jika permafrost mencair.

1. Pithovirus sibericum
Ini adalah salah satu jenis virus terbesar yang pernah ditemukan. Dengan panjang sekitar 1,5 mikrometer, virus ini memiliki ukuran yang hampir sama dengan bakteri kecil dan termasuk dalam kategori 'virus raksasa' atau virus DNA beruntai ganda yang dapat dilihat di bawah mikroskop cahaya.

2. Mollivirus sibericum
Virus ini ditemukan membeku dalam sampel permafrost Siberia yang berusia 30 ribu tahun, sama seperti Pithovirus sibericum. Namun, memiliki ukuran yang lebih kecil yakni 0,6-1,5 mikrometer.

Mollivirus sibericum berbentuk kasar dan dikelilingi lapisan pelindung berbulu. Virus ini juga bisa menghasilkan 200 hingga 300 partikel virus baru dari setiap amuba yang diinfeksinya.

3. Pithovirus mammoth
Pithovirus mammoth adalah salah satu jenis Pithovirus yang tercatat dan diekstraksi dari gumpalan wol mammoth yang membatu berusia 27 ribu tahun. Wol tersebut ditemukan di tepi Sungai Yana di Timur Jauh Rusia.

Virus ini memiliki partikel besar sepanjang 1,8 mikrometer dan memiliki struktur seperti gabus yang mirip dengan Pithovirus sibericum.

4. Pandoravirus mammoth
Virus yang berasal dari genus Pandoraviridae ini merupakan mayoritas virus yang diangkat dari permafrost. Virus raksasa ini menginfeksi amuba dan memiliki partikel besar berbentuk amphora yang panjangnya mencapai 1,2 mikrometer.

Sama seperti Pithovirus mammoth, virus ini ditemukan pada gumpalan wol mammoth di tepi Sungai Yana. Virus ini juga ditemukan pada isi perut mammoth yang membatu berusia 28.600 tahun di Kepulauan Lyakhovsky di lepas pantai timur laut Rusia.

5. Pandoravirus yedoma
Ini adalah virus tertua yang dibangkitkan dari permafrost hingga saat ini. Patogen ini berusia 48.500 tahun dan ditemukan di endapan es di bawa danau di Yukechi Alas, di Timur Jauh Rusia.

Pandoravirus yedoma memiliki partikel besar berbentuk telur dengan panjang 1 mikrometer. Amuba adalah salah satu inang bagi virus ini.

6. Megavirus mammoth
Megavirus mammoth adalah virus purba pertama yang ditemukan di permafrost. Virus yang masuk dalam keluarga Mimiviridae ini ditemukan dalam air menara pendingin di Bradford, Inggris, pada 1992.

Virus ini menginfeksi amuba dan memiliki partikel berdiameter 0,5 mikrometer. Ia juga terbungkus dalam kapsul dengan 20 sisi segitiga yang identik.

7. Pacmanvirus lupus
Pacmanvirus adalah kelompok virus yang menginfeksi amuba dan berkerabat jauh dengan virus demam babi Afrika dari keluarga Asfarviridae. Dinamai Pacmanvirus karena ketika dipecahkan, cangkang proteinnya terlihat seperti mulut 'Pac-Man' yang menganga.

Pacmanvirus lupus adalah jenis pertama yang diangkat dari permafrost, khususnya dari sisa-sisa usus serigala Siberia (Canis lupus) yang telah membeku selama 27.000 tahun. Meski diklasifikasikan sebagai virus raksasa, jenis yang baru ditemukan ini hanya berukuran 0,2 mikrometer dan tidak terlihat di bawah mikroskop cahaya.

8. Cedratvirus lena
Virus raksasa yang menginfeksi amuba ini termasuk dalam sub-kelompok keluarga Pithovirus, yang meliputi Pithovirus sibericum dan Pithovirus mammoth. Para peneliti mengekstraksi Cedratvirus lena dari lapisan es di tepi Sungai Lena yang berlumpur di Timur Jauh Rusia.

Virus yang baru ditemukan ini memiliki partikel memanjang berukuran 1,5 mikrometer yang menyerupai Pithovirus sibericum, tetapi memiliki dua struktur seperti gabus di setiap ujungnya, bukan hanya satu.

Selain Cedratvirus lena, para peneliti juga menemukan dua jenis Cedratvirus lain di tanah beku di Semenanjung Kamchatka, dan di lumpur yang mengalir ke Sungai Kolyma sebagai hasil dari pencarian permafrost dari berbagai zaman.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "8 Virus Purba Ini Bisa 'Bangkit' Jika Es Abadi Mencair"