Hagia Sophia

04 July 2023

Pengakuan Peneliti China yang Disuruh Teliti 4 Jenis Virus untuk Senjata Biologis

Laboratorium Wuhan (Foto: AFP via Getty Images/HECTOR RETAMAL)

Baru-baru ini seorang peneliti China menyebut negaranya sengaja mengembangkan virus COVID-19 untuk senjata biologis. Peneliti bernama Chao Shao dari Institut Virologi Wuhan itu mengaku bahwa ia dan rekannya sempat diberi empat jenis virus Corona yang berbeda oleh atasannya untuk diuji.

Adapun hal tersebut ia ungkapkan dalam wawancara eksklusifnya bersama anggota Asosiasi Pers Internasional, Jennifer Zeng. Saat itu, ia memberikan informasi langsung dan wawasan unik tentang Tiongkok dan Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Menurut Shao, pengujian tersebut dilakukan untuk menentukan jenis virus mana yang paling efektif untuk menyebar ke berbagai spesies, termasuk manusia.

Selain disuruh untuk menguji, Shao menyebut beberapa rekannya dikirim ke hotel-hotel yang menampung para atlet selama Pertandingan Dunia Militer 2019 di Wuhan dengan dalih "memeriksa kondisi kesehatan atau kebersihan". Namun, ia menduga mereka berpotensi terlibat dalam penyebaran virus tersebut.

Meskipun demikian, peneliti yang mengklaim COVID dibuat China untuk senjata bioweapon itu menekankan bahwa informasi tersebut hanya mewakili sebagian kecil dari keseluruhan teka-teki. Asal muasal sebenarnya dari pandemi, yang telah merenggut nyawa 7 juta jiwa di seluruh dunia, tetap menjadi subjek penyelidikan yang sedang berlangsung.

Adapun klaim tersebut muncul setelah Pemerintahan Biden mendapat kecaman dari Partai Republik lantaran merilis laporan tentang asal-usul COVID-19 yang dinilai 'mengaburkan lebih dari yang dijelaskan'.

Kontraversi yang menyebut virus Corona direkayasa menjadi senjata biologis sebelumnya sempat ramai saat awal pandemi COVID-19. Sejumlah klaim menyebut China sengaja melepaskan virus tersebut dari sebuah laboratorium untuk menyerang negara lain.

Namun klaim-klaim itu sampai saat ini belum ada bukti valid. Dikutip Official Site of The State of New Jersey, para peneliti, dokter, politisi, dan badan intelijen di seluruh dunia yakin bahwa COVID-19 berevolusi secara alami. Mereka telah mempelajari susunannya, perilakunya, dan konteks lainnya untuk membuat kesimpulan.

Bukti ilmiah menunjukkan bahwa virus Corona menyebar dari hewan ke manusia. Satu makalah menunjukkan bahwa virus COVID-19 96 persen identik secara genetik dengan virus Corona yang sebelumnya diidentifikasi pada kelelawar. Para peneliti bekerja untuk menemukan kecocokan virus Corona yang lebih dekat pada hewan untuk mempertajam jalur penyebaran ke manusia.

Pada 2021, Badan Intelijen AS juga melaporkan bahwa virus Corona tak dikembangkan sebagai senjata biologis. Dikutip dari DW News, penilaian tersebut dipublikasikan dalam laporan yang dirilis oleh Kantor Direktur Intelijen Negara (ODNI), menilai asal-usul COVID-19.

Penilaian tersebut mengatakan pejabat China tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang virus tersebut sebelum wabah terjadi. Kecuali beberapa penemuan yang tak terduga. Intelijen AS masih mempertanyakan apakah COVID-19 pertama kali ditularkan dari hewan ke manusia atau berasal dari kebocoran laboratorium dari Institut Virologi Wuhan.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Peneliti China Ngaku Disuruh Teliti 4 Jenis Virus Corona Buat Senjata Biologis"