Hagia Sophia

20 August 2023

Mungkinkah Hujan Buatan Jadi Solusi Atasi Polusi di DKI? Ini Kata BMKG

Warga Jakarta melawan polusi udara. (Foto: Pradita Utama)

Warga DKI Jakarta dan sekitarnya tengah menghadapi permasalahan polusi udara yang amat buruk beberapa waktu terakhir. Kualitas udara yang buruk dikhawatirkan bakal memicu berbagai masalah kesehatan. Gegara kondisi udara saat ini, tak sedikit warga mengeluh batuk, bersin, hingga pilek.

Terkait dengan penanganan masalah kualitas udara, hujan buatan dari Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) disebut-sebut dapat menjadi salah satu solusi polusi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan dan Geofisika (BMKG) membeberkan seberapa besar kemungkinan hujan buatan dapat mengatasi polusi di Jakarta.

Plt Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Dr Andri Ramdhani, SKom, MSi mengatakan secara teori teknologi modifikasi cuaca memang dapat menurunkan polusi udara. Hujan yang 'dipercepat' itu nantinya bisa membersihkan atmosfer dari polutan.

"Secara teori Teknologi Modifikasi Cuaca dapat ditempuh untuk mengurangi dampak polusi yaitu dengan cara mempercepat proses terjadinya hujan pada suatu sistem sel awan hujan (awan jenis Cumulus)," ucap Andri pada detikcom, Jumat (18/8/2023).

"Proses percepatan melalui penyemaian awan ini diharapkan dapat memicu terjadinya hujan yang dapat membasuh atmosfer dari polutan. Adanya hujan dapat memperbaiki kualitas udara dengan cara menyapu partikel-partikel yang ada di udara untuk jatuh bersamaan dengan air hujan," sambungnya.

Andri mengatakan bahwa butuh persiapan yang matang sebelum menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca. Hal ini disebabkan oleh musim kemarau dan adanya El Nino yang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.

Perlu perencanaan yang matang dan waktu yang tepat dengan mempertimbangkan adanya potensi pertumbuhan hujan di DKI Jakarta dan sekitarnya.

"Secara teori memang dapat mengurangi dampak polutan, namun langkah-langkah penanggulangan lain seperti meminimalisir emisi dan meningkatkan ruang terbuka hijau perlu untuk terus dicanangkan dalam rangka perbaikan jangka panjang," jelas Andri.

"Operasi modifikasi cuaca dengan tujuan mempercepat terjadinya hujan dalam sistem sel awan itu akan efekif jika terdapat sel awan tersebut. Apabila jika tidak terdapat potensi pertumbuhan awan, maka proses penyemaian tidak dapat dilakukan," pungkasnya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Hujan Buatan Bisa Jadi Solusi buat Polusi Ugal-ugalan di DKI? BMKG Bilang Gini"