Hagia Sophia

24 August 2023

WHO Kembali Identifikasi Obat Sirup Tercemar EG-DEG di Irak, Ini Komentar BPOM

Ilustrasi obat sirup. (Foto: Getty Images/iStockphoto/simarik)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belakangan kembali mengidentifikasi obat sirup tercemar etilen glikol dan dietilen glikol di Irak. Kasus tersebut ditemukan di Irak, obat sirup dengan merek COLD OUT disebut memiliki EG dan DEG di luar ambang batas yang ditentukan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) ikut menyoroti laporan tersebut. Pihaknya memastikan produk tersebut tidak beredar di Indonesia.

"Berdasarkan penelusuran BPOM di sistem informasi registrasi obat, produk dari produsen Fourrts (India) laboratories PVT LTD tidak ada yang terdaftar di BPOM," tegasnya dalam keterangan resmi yang dikutip detikcom Rabu (23/8/2023).

Meski begitu, BPOM RI memastikan tetap akan melakukan pengawasan secara intensif baik dari pre dan post market. Sebagai kewaspadaan, masyarakat diminta untuk selalu mengecek label kemasan obat serta izin edar yang dicantumkan sebelum menggunakan obat.

"BPOM akan terus memantau perkembangan isu produk sirup obat terkontaminasi EG dan DEG yang teridentifikasi di Irak maupun wilayah lain dan saat ini telah menjadi isu internasional. BPOM terus melakukan update informasi terkait penggunaan produk sirup obat melalui komunikasi dengan WHO dan badan otoritas obat negara lain," sambungnya.

WHO sebelumnya menyebut sirup merek Cold Out yang ditemukan di Irak diproduksi oleh Laboratorium Fourrts (India) menjadi pemicu kematian sejumlah orang.

"Batch produk di bawah standar tidak aman, dan penggunaannya, terutama pada anak-anak, dapat menyebabkan cedera serius atau kematian," demikian peringatan WHO.

Obat tersebut tersebut mengandung 0,25 persen dietilen glikol dan 2,1 persen etilen glikol. Adapun ambang batas cemaran kedua bahan tersebut hanya 0,10 persen.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Obat Sirup Tercemar EG-DEG Muncul Lagi di Irak, BPOM RI Buka Suara"