Hagia Sophia

21 September 2023

Berbagai Gejala Paru-paru Basah yang Harus Diwaspadai

Foto: Getty Images/iStockphoto/Tomwang112

Dilansir dari Mayo Clinics, paru-paru basah adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada kantung udara (alveoli) di salah satu atau kedua paru-paru. Peradangan ini menimbulkan cairan atau nanah di alveoli.

Adanya cairan pada kantung udara ini dapat mengganggu proses pertukaran oksigen dan menimbulkan gejala yang mengganggu kesehatan.

Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan mengenai gejala paru-paru basah, termasuk penyebab dan cara pencegahannya. Yuk simak pembahasannya sampai selesai!

Gejala Paru-paru Basah

Dilansir dari Mayo Clinic dan Medical News Today, terdapat beberapa gejala paru-paru basah yang memerlukan perawatan medis secepatnya.

1. Batuk
Batuk merupakan gejala umum pada paru-paru basah. Hal ini terjadi karena adanya peradangan di dalam paru-paru yang menghasilkan lendir atau nanah, yang memicu refleks batuk.Batuk ini seringkali disertai dengan dahak yang memiliki warna hijau, kuning, atau bahkan darah.

2. Nyeri Dada
Nyeri dada atau sensasi tekanan pada dada menjadi gejala umum ketika terjadi masalah pada paru-paru.

Peradangan dalam paru-paru dapat mengganggu pernapasan dan meningkatkan kerja otot pernapasan sehingga menyebabkan rasa ketidaknyamanan saat bernapas.

3. Sesak Napas
Sesak napas atau kesulitan bernapas merupakan gejala paru-paru basah yang serius. Peradangan dalam paru-paru dapat mengganggu kemampuan paru-paru mendapatkan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Sesak napas memerlukan penanganan medis segera.

4. Kelelahan
Kelelahan adalah respons alami tubuh terhadap infeksi. Saat tubuh berjuang melawan infeksi, lebih banyak sumber daya energi digunakan, yang bisa mengakibatkan seseorang merasa sangat lelah dan kekurangan tenaga.

5. Mual Muntah
Sebagian orang yang menderita paru-paru basah mungkin mengalami mual dan muntah sebagai respons terhadap infeksi. Ini bisa terjadi karena peradangan di paru-paru dapat mengiritasi sistem pencernaan, memicu mual dan muntah.

6. Jantung Berdebar Kencang
Paru paru basah dapat mempengaruhi fungsi jantung, yang dapat mengakibatkan peningkatan detak jantung menjadi lebih cepat. Hal ini merupakan respons tubuh terhadap penurunan pasokan oksigen ke jaringan tubuh.

7. Kulit Pucat
Kulit pucat adalah salah satu gejala yang dapat terjadi ketika kadar oksigen dalam darah mengalami penurunan akibat masalah pernapasan yang diakibatkan oleh paru-paru basah.

8. Demam
Demam adalah respons umum tubuh terhadap infeksi dan merupakan mekanisme pertahanan alami untuk melawan mikroorganisme. Demam akan meningkatkan suhu tubuh dengan tujuan membantu tubuh melawan infeksi.

9. Tekanan Darah Rendah
Meskipun jarang terjadi, pada paru-paru basah yang parah dapat mengakibatkan penurunan tekanan darah. Hal ini dapat disebabkan oleh respons tubuh terhadap infeksi atau oleh sepsis, kondisi serius akibat dari komplikasi paru-paru basah.

Perlu diingat bahwa gejala paru-paru basah dapat berbeda-beda tergantung pada penyebab, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan khusus setiap orang.

Penyebab Paru-paru Basah

Paru-paru basah disebabkan oleh faktor di infeksi dari luar tubuh manusia. Dikutip dari laman Mayo Clinics, beberapa faktor yang dapat menyebabkan pneumonia atau paru-paru basah meliputi hal-hal berikut ini.

1. Bakteri
Bakteri penyebab paru-paru basah paling umum adalah Streptococcus pneumoniae (pneumokokus). Pneumonia bakteri dapat mempengaruhi kalangan berbagai usia sebab bakteri dapat tersebar seseorang melalui sistem pernapasan.

Ketika seseorang menghirup droplet-droplet kecil yang mengandung bakteri, yang biasanya dilepaskan ke udara saat seseorang batuk atau bersin, bakteri ini dapat memasuki saluran pernapasan dan menyebar ke paru-paru.

2. Virus
Pneumonia yang disebabkan oleh virus adalah varian umum dari penyakit ini. Virus menjadi penyebab paling umum pneumonia pada anak-anak di bawah usia 5 tahun dan biasanya lebih ringan.

Virus-virus yang dapat menyebabkan pneumonia berasal dari berbagai keluarga virus yang berbeda, termasuk virus influenza (flu), virus respiratory syncytial (RSV), atau virus yang biasanya menjadi penyebab pilek biasa.

3. Jamur
Paru-paru basah yang disebabkan oleh jamur lebih jarang terjadi dan biasanya mempengaruhi orang dengan masalah kesehatan serius atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Beberapa jamur yang dapat menyebabkan paru-paru basah dapat ditemukan di tanah atau kotoran burung.

Cara Mencegah Paru-paru Basah

Dilansir dari laman National Heart, Lung, and Blood Institute, terdapat beberapa langkah untuk mencegah paru-paru basah.

1. Vaksinasi
Langkah terbaik untuk mencegah paru-paru basah adalah melakukan vaksinasi. Vaksinasi akan mengurangi risiko infeksi dan membantu membangun kekebalan tubuh terhadap mikroorganisme penyebab paru-paru basah.

2. Hindari Merokok
Paparan rokok akan merusak saluran pernapasan dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini dapat membuat seseorang lebih rentan terkena infeksi paru-paru. Oleh karena itu, menghindari rokok menjadi langkah penting mencegah paru-paru basah.

3. Menjaga Kebersihan
Kebersihan merupakan aspek penting untuk mencegah penyebaran infeksi dari mikroorganisme. Anda bisa memulai untuk mencuci tangan secara teratur, menjaga lingkungan Anda tetap bersih, dan menjaga jarak atau kontak dengan orang yang sakit.

4. Menjaga Kekebalan Tubuh
Kekebalan tubuh yang baik akan mengurangi risiko paparan infeksi. Tubuh yang kuat akan mencegah masuknya infeksi mikroorganisme. Pola makan sehat, istirahat yang cukup, pengelolaan stres yang baik dan olah raga teratur menjadi langkah awal untuk menjaga kekebalan tubuh.

Nah, itulah tadi penjelasan mengenai paru-paru basah. Gejala paru-paru basah paling umum adalah batuk dan sesak napas. Segera hubungi dokter apabila gejala tersebut bertambah parah.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "9 Gejala Paru-paru Basah yang Perlu Diwaspadai, Penyebab, dan Cara Mencegahnya"