Hagia Sophia

04 October 2023

Indonesia Diterpa Suhu Panas Ekstrem, Waspadai Kanker Kulit

Paparan sinar matahari akibat cuaca panas berpotensi memicu risiko kanker kulit. (Foto: Grandyos Zafna)

Indonesia lagi diterpa suhu panas yang cukup ekstrem. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejumlah wilayah bahkan terpapar suhu panas yang mencapai 37,8 derajat celcius.

Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Terutama terkait dampak paparan sinar matahari ekstrem terhadap kesehatan.

Faktanya, sinar matahari yang berlebihan memang bisa memicu sejumlah gangguan kesehatan, khususnya pada kulit. Bahkan, paparan sinar matahari juga berisiko memicu terjadinya kanker kulit.

Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr Ruri Diah Pamela, SpKK, mengatakan risiko kanker kulit perlu diwaspadai ketika seseorang mengalami sunburn atau luka bakar akibat sinar matahari. Apalagi, jika sunburn tersebut terjadi secara berulang dan membuat kulit melepuh.

"Ketika kulit terpapar sinar matahari terlalu lama, ia dapat mengalami apa yang disebut sunburn. Ini terjadi ketika lapisan luar kulit terbakar oleh radiasi ultraviolet (UV)," ujarnya saat dihubungi detikcom, Senin (2/10/2023).

"Dalam kasus yang parah, melepuh dapat terjadi dan ini menandakan kerusakan yang lebih dalam pada sel-sel kulit. Kondisi ini bukan hanya menyakitkan secara fisik, tetapi sunburn berulang dapat meningkatkan risiko kanker kulit, terutama melanoma," sambungnya.

Melanoma sendiri merupakan jenis kanker kulit yang paling mematikan. Selain melanoma, paparan sinar UV berlebihan juga bisa memicu kanker karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa, dan melanoma.

dr Ruri menambahkan risiko seseorang mengalami kanker kulit juga dapat meningkat seiring jumlah sunburn yang pernah dialami, terutama jika dialami saat masa kanak-kanak dan remaja.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Untuk mencegah risiko kanker dan penyakit kulit lain akibat paparan sinar UV, dr Ruri sangat menganjurkan penggunaan sunscreen atau tabir surya saat hendak beraktivitas di luar ruangan.

Menurutnya, sunscreen yang baik adalah yang mengandung SPF sesuai dengan kulit, dan dapat melindungi baik dari sinar UVA maupun UVB.

"Oleskan sunscreen sekitar 15-30 menit sebelum Anda terpapar sinar matahari. Ini memberi cukup waktu untuk sunscreen meresap ke dalam kulit," imbuhnya.

dr Ruri juga mengingatkan agar sunscreen direaplikasi secara teratur, apalagi jika seseorang tersebut banyak beraktivitas di luar ruangan atau berkeringat.

Selain menggunakan sunscreen, dr Ruri juga mengimbau masyarakat untuk mengenakan pakaian pelindung yang menutupi sebagian besar tubuh. Untuk proteksi kepala, wajah, dan mata dari sinar matahari, ia menyarankan untuk menggunakan topi dan kacamata hitam.

"Cobalah untuk menghindari berada di bawah sinar matahari langsung pada jam-jam paling terik, biasanya antara pukul 10 pagi hingga 4 sore," lanjutnya.

Terakhir, dr Ruri mengingatkan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar tidak terkena dehidrasi.

"Minum cukup air, pastikan Anda tetap terhidrasi terutama saat cuaca panas untuk menjaga kelembapan kulit," tandasnya.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Cuaca Panas Ekstrem Bisa Picu Kanker Kulit, Batasi Aktivitas Luar di Jam Segini"