Hagia Sophia

05 October 2023

Wanita Muda Ini Kena Stroke, Separo Tubuhnya Mati Rasa

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/designer491)

Seorang wanita mengidap stroke di usia yang cukup muda, yakni 27 tahun. Wanita bernama Joanna Whitelaw ini tidak pernah menyadari gejala yang dialaminya itu pertanda penyakit stroke.

Awalnya, wanita asal Edinburgh, Skotlandia, merayakan sebuah acara pada Mei 2023 lalu. Namun, ia mengalami mati rasa mendadak di tubuhnya dan penglihatan kabur.

Joanna awalnya mengira minumannya diberikan alkohol dan meminta kekasihnya untuk mengantarnya pulang. Namun, tubuh bagian kanan mati rasa dan penglihatan di mata kanannya tidak kembali juga pada keesokan harinya. Merasa khawatir, Joanna langsung pergi ke unit gawat darurat.

"Saat itu saya menjalani malam dengan bersenang-senang dengan teman. Namun, muncul rasa tidak enak di tubuh saya," kata Joanna yang dikutip Daily Mail.

"Saya orang yang rajin berolahraga, pergi ke gym, dan jogging. Selama ini, saya tidak pernah mengalami gejala lain, jadi ini sangat mengejutkan," sambungnya.

Awalnya, dokter tidak dapat menentukan penyebab gejalanya setelah tiga kali CT scan gagal menemukan pemicunya. Namun, ia dirawat di bangsal stroke karena curiga mengidap penyakit itu.

Baru setelah tiga kali CT scan dan MRI, petugas medis di Royal Infirmary di kota tersebut mengetahui bahwa dia menderita stroke. Dari hasil pemindaian MRI lanjutan menunjukkan adanya bekuan darah di otak.

Petugas medis dapat memastikan bahwa dia menderita stroke di sisi kiri otaknya. Setelah dirawat di rumah sakit selama 3 hari, ia diperbolehkan pulang.

Namun, ia kembali lagi ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan pemindaian lanjutan. Selama ekokardiogram atau pemindaian jantung, dokter menemukan lubang di jantungnya. Para ahli mengatakan kondisi itu bisa meningkatkan risiko stroke.

"Kemungkinan besar saya mengidapnya sejak lahir, dan sampai sekarang tidak menunjukkan gejala apapun," jelas Joanna.

Beberapa hari kemudian, dia menjalani operasi untuk menutup lubang di jantungnya dan menjalani satu sesi fisioterapi. Joanna mengatakan saat mengalami stroke itu adalah masa tersulit dalam hidupnya.

"Aku masih belum mendapatkan kembali semua perasaan itu. Saya harus mempelajari kembali hal-hal seperti pergi ke gym," ujar Joanna.

"Saya sangat beruntung memiliki banyak dukungan di sekitar saya. Saya hanya ingin membuat orang sadar akan gejalanya," pungkasnya.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kisah Wanita 27 Tahun Kena Stroke, Setengah Tubuhnya Tiba-tiba Mati Rasa"