Hagia Sophia

12 November 2023

Cerita Dokter Terkait RS Indonesia di Gaza yang Kini Kolaps

Foto: AP Photo/Hatem Moussa

Serangan Israel di Jalur Gaza semakin memperburuk sistem layanan kesehatan di wilayah tersebut. Tak hanya rumah warga, serangan itu diluncurkan juga ke sekolah hingga rumah sakit.

Setidaknya 16 dari 35 rumah sakit di Gaza tidak lagi beroperasi, dan 51 dari 72 klinik kesehatan primer di wilayah yang terkepung telah berhenti memberikan layanan sejak 7 Oktober. Salah satu rumah sakit kolaps adalah rumah sakit Indonesia di Gaza.

Direktur Medis Rumah Sakit Indonesia di Gaza, dr Marwan Sultan, mengatakan mayoritas korban yang dirawat adalah perempuan dan anak-anak. Mereka datang dengan luka-luka parah yang bisa membahayakan nyawa.

"Mereka datang dengan luka bakar parah, kehilangan anggota tubuh, cedera yang membahayakan nyawa, dan kami tidak dapat merawat mereka secara efisien karena persediaan bahan bakar yang rendah," jelas dr Marwan Sultan yang dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (11/11/2023).

Kini, rumah sakit Indonesia tengah berada di ambang penghentian operasinya, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pejabat kesehatan. Marwan menjelaskan rumah sakit tersebut menghadapi situasi kritis dengan hanya 16 tempat tidur perawatan intensif dan persediaan bahan bakar yang sangat sedikit, yang membahayakan nyawa pasiennya.

Selain kewalahan menangani pasien yang mengalami luka parah akibat pemboman, rumah sakit juga berfungsi sebagai tempat penampungan bagi ribuan orang yang mengungsi dari rumah mereka. Hal ini merupakan sebuah prosedur evakuasi yang telah mereka pelajari pada serangan sebelumnya.

Meskipun sebagian besar orang menghindari pemboman Israel selama lebih dari satu dekade, halaman rumah sakit telah menjadi tempat berlindung yang penting bagi mereka yang mencari perlindungan.

Namun, wilayah rumah sakit kali ini ikut menjadi target serangan. Imbasnya, serangan tersebut membuat fasilitas dan petugas medis mengalami kemunduran untuk memberikan layanan kesehatan untuk para korban.

"Ini belum pernah kami lihat dan alami. Tak tertahankan," kata dr Marwan.

"Orang-orang berebut tempat dengan pasien di seluruh halaman rumah sakit. Baunya dan terlihat sangat buruk, ini adalah kondisi yang berbahaya. Namun saat ini semua tempat berbahaya, tidak ada tempat yang lebih baik atau lebih aman dibandingkan tempat lain saat ini," jelasnya.

dr Marwan mengatakan kondisi saat ini tidak pernah ia lihat sebelumnya. Pasien banyak yang mengalami luka bakar parah dan luka robek di tubuhnya.

"Luka bakar parah dan robekan pada tubuh yang ditangani dokter kami di ruang gawat darurat menjadi semakin parah. Dan ini berarti Israel menggunakan senjata baru," sambungnya.

Kondisi rumah sakit itu saat ini semakin krisis. Bahkan, banyak tindakan operasi yang tidak bisa dilakukan karena kurangnya persediaan medis di rumah sakit tersebut.

Tak hanya itu, banyak keluarga dari petugas medis yang meninggal dunia selama perang. Hal itu membuat dr Marwan menyerukan Israel untuk menghentikan serangan tersebut.

"Situasinya kritis, menyedihkan. Banyak kolega kami yang meninggal dan banyak dari kami tidak bertemu keluarga kami sejak awal perang. Kami belum bertemu keluarga kami selama lebih dari sebulan sekarang," beber dia.

"Pembantaian ini sudah mencapai zona merah. Kami membutuhkan gencatan senjata," tegasnya.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Makin Mencekam, Dokter Ungkap Situasi Terkini RS Indonesia di Gaza yang Kolaps"