Hagia Sophia

12 November 2023

Semakin Banyak Warga Jepang Tidak Ingin Punya Anak

Warga Jepang. (Foto: Getty Images/Christian Keenan)

Sebuah survei di Jepang mengungkapkan kini semakin banyak orang tua yang tidak ingin memiliki anak. Kondisi ini berjalan beriringan dengan angka kelahiran nasional yang merosot dan membuat pemerintah khawatir.

Pada Juni, Kementerian Kesehatan Jepang menuturkan angka kelahiran nasional mengalami penurunan selama tujuh tahun berturut-turut. Pada tahun 2022 menyentuh rekor terendah dengan 1,26 kelahiran per wanita. Menurut perkiraan resmi, angka kelahiran turun di bawah 800 ribu untuk pertama kalinya.

Semenjak saat itu pemerintah mulai mengambil langkah yang diharapkan dapat menjadi solusi masalah menurunnya populasi dengan cepat. Salah satunya adalah dengan meningkatkan bantuan keuangan bagi keluarga yang mau membesarkan anak.

Dikutip dari Independent, sebuah survei terbaru yang dilakukan pada orang tua yang telah memiliki anak di bawah usia enam tahun menuturkan bahwa mereka tidak ingin memiliki anak lagi. Kondisi ini mayoritas disebabkan oleh kesulitan finansial.

Survei tahunan Meiji mengungkapkan bahwa 41,2 persen orang tua tidak menginginkan anak lagi. Ini mencetak rekor angka survei semenjak tahun 2018. Angka ini mengalami peningkatan dari yang sebelumnya 35,4 persen pada tahun lalu.

Sementara 37,3 persen orang tua lainnya mengaku masih ingin menambah anak tapi menyadari kesulitannya dan 21,5 persen orang tua ingin menambah anak.

Orang tua yang mengaku tidak ingin punya anak lagi merasa khawatir dengan pendapatan masa depan hingga khawatir dengan meningkatnya biaya hidup. Selain itu, sebagian orang tua yang ogah punya anak lagi juga mengkhawatirkan perihal usia.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada awal tahun mengungkapkan diperlukan gebrakan mendesak untuk mengatasi penurunan angka kelahiran.

Jepang dalam beberapa tahun terakhir mendorong warganya untuk memiliki lebih banyak anak. Mereka dijanjikan bonus hingga tunjangan agar mau memiliki anak. Kondisi ini dinilai tetap sulit bagi orang tua lantaran Jepang merupakan salah satu negara termahal untuk membesarkan anak.

"Jika kita terus seperti ini, negara ini akan hilang. Angka kelahiran tidak turun bertahap, melainkan langsung menurun. Penurunan berarti anak-anak yang lahir sekarang akan terlempar dalam masyarakat yang terdistorsi, menyusut, dan kehilangan kemampuan untuk berfungsi," ujar penasihat PM, Masako Mori.

Selama 16 tahun berturut-turut, populasi Jepang yang berjumlah lebih dari 125 juta orang terus menurun. Jika kondisi ini tidak berubah, diprediksi pada tahun 2070 jumlah warga Jepang hanya akan tinggal 87 juta orang.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Populasi Jepang Terancam, Makin Banyak Warganya yang Ogah Tambah Anak"