Hagia Sophia

17 November 2023

Sudah 3 Hari Mengeluh Sakit Kepala, Ternyata Ada Tumor di Otaknya

Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/peterschreiber.media

Seorang wanita mengeluh sakit kepala selama tiga hari, yang dikiranya 'cuma' migrain. Tak diduga, rupanya keluhannya itu muncul akibat tumor otak parah yang hampir saja mengancam nyawanya. Bagaimana kejadiannya?

Wanita tersebut adalah Natalie McKenna-Mounty (47) di Ramsgate, Inggris. Ia didiagnosis menderita glioblastoma, yakni tumor otak yang tumbuh cepat dan agresif tiga tahun lalu. Saat itu, ia sempat mengira dirinya terkena stroke.

Gejala awal berupa sakit kepala migrain muncul ketika ia menjalani lockdown pandemi COVID-19. Mau tak mau, ia harus berupaya menangani keluhannya sendiri. Namun meski sudah meminum obat, sakit kepalanya tak kunjung hilang berhari-hari.

"Saya mengalami sakit kepala parah selama sekitar tiga hari, dan kemudian saya merasa seperti terkena stroke. Saya tidak dapat berbicara, dan saya mulut terkulai. Saya dibawa ke rumah sakit, dipindai, dan didiagnosis menderita glioblastoma. Karena semua ini terjadi selama lockdown, saya sendirian ketika mendengar beritanya," ungkapnya dikutip dari Mirror News UK, Kamis (16/11/2023).

Natalie menjalani operasi di Rumah Sakit King's College di London dan menjalani pengangkatan tumor sebanyak 70 persen. Enam minggu kemudian, dia memulai program radioterapi yang berjalan selama enam minggu diikuti dengan kemoterapi selama enam bulan.

Selama tiga tahun berikutnya, kondisinya stabil. Namun pada Juni tahun ini, Natalie kembali mengalami tanda-tanda pertumbuhan tumor. Berlanjut pada Agustus, Natalie menjalani operasi pengangkatan tumor. Namun, dokter tidak dapat mengangkat semua tumornya karena lokasi yang fatal. Natalie saat ini menjajaki berbagai uji klinis untuk membantu pengobatannya.

"Hidup saya telah berubah secara dramatis, karena saya tidak dapat lagi mengemudi, bekerja, atau bepergian ke luar negeri. Saya tidak bisa bekerja karena tumor berada di area kognitif. Saya mudah kehilangan konsentrasi dan menjadi sangat lelah," tutur Natalie.

"Sejak diagnosis, saya merasa sulit untuk melakukan semua hal yang biasa saya lakukan seperti pergi ke tempat-tempat yang normal sebelum saya sakit, seperti bioskop, pub, atau gym. Saya merasa beberapa situasi sosial sulit. Saya telah kehilangan kemandirian, dan sekarang harus menerima bantuan dari orang lain," pungkasnya.

Natalie juga mengisahkan, kini dirinya harus secara perlahan belajar menerima beragam perubahan dalam dirinya. Ia kini selalu menjaga pola makan, rutin melakukan yoga, dan bermeditasi. Ia merasa beruntung lantaran selalu mendapatkan bantuan dari keluarga dan teman-teman.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Wanita Ngeluh Sakit Kepala 3 Hari Dikira 'Cuma' Migrain, Rupanya Ada Tumor Otak"