Hagia Sophia

16 December 2023

Bangkit dari Kematian, Wanita Ini Ngaku Sempat Meninggal 24 Menit

Ilustrasi dirawat di rumah sakit. (Foto: Getty Images/iStockphoto/sutichak)

Seorang wanita di Amerika Serikat bernama Lauren Canaday membagikan kisahnya ketika mengalami 'mati suri'. Ia mengaku dinyatakan meninggal secara klinis selama 24 menit oleh tim medis.

Detak jantungnya berhenti berdetak sampai akhirnya tim dokter melakukan resusitasi. Wanita yang juga penulis ini menceritakan melalui media sosial semuanya berawal pada Februari 2023 ketika ia mengalami serangan jantung di rumah.

"Saya tiba-tiba mengalami serangan jantung di rumah pada Februari lalu. Suami saya menelepon 911 dan memulai CPR," ucapnya dikutip dari NY Post, Jumat (15/12/2023).

"Butuh waktu 24 menit bagi tim dokter untuk menyadarkan saya. Setelah sembilan hari di ICU, saya dinyatakan 'utuh secara kognitif' dan tidak ada kerusakan otak yang terlihat pada MRI," sambungnya.

Canaday menjelaskan, berdasarkan hasil tes elektroensefalogram, kondisinya normal meskipun ia sempat mengalami serangan epilepsi 30 menit setelah diberi resusitasi.

Tim medis mengaitkan serangan jantung yang dialami Canaday dengan komplikasi COVID-19. Hasil tes menunjukkan ia positif ketika dirawat di ICU.

"Suami saya melakukan CPR selama empat menit dan operator memberitahu dia apa yang harus dilakukan, dia belum pernah melakukannya dan sudah lama tidak mendapatkan sertifikasi," cerita Canaday.

"Untungnya kami dekat dengan stasiun pemadam kebakaran dan tim medis datang dalam empat menit untuk mengambil tindakan," tambahnya.

Secara klinis, apa yang dialami oleh Canaday merupakan efek lazarus atau autoresusitasi. Fenomena langka ini dapat terjadi ketika seorang pasien dinyatakan meninggal dunia karena serangan jantung tiba-tiba menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Kondisi ini membuat pasien seolah-olah kembali 'bangkit dari kematian'.

"Saya koma selama dua hari dan ketika bangun saya sangat bingung untuk diintubasi dan tidak memiliki ingatan jangka pendek selama beberapa hari," ceritanya.

Canaday menceritakan semenjak kejadian tersebut ia merasa kepribadiannya berubah. Ia menuturkan bahwa 'kematian singkatnya' itu memberinya pandangan baru soal kehidupan.

"Saya merasa kehidupan pertama saya berakhir pada bulan Februari dan saya terbangun di kehidupan kedua saya," ujar Canaday.

"Saya merasa ada garis yang sangat tipis antara hidup dan mati dan meskipun saya bersyukur memiliki lebih banyak waktu bersama teman/keluarga, saya tidak lagi merasa khawatir tentang kematian," pungkasnya.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Curhat Wanita 'Bangkit dari Kematian', Ngaku Sempat Meninggal 24 Menit"