Hagia Sophia

03 December 2023

Ilmuwan: Perubahan Gaya Hidup Sederhana Ini Bisa Kurangi Risiko Kanker

Ilustrasi kanker. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Panuwat Dangsungnoen)

Para ilmuwan dari Newcastle University mengungkapkan, tujuh perubahan gaya hidup sederhana dapat mengurangi risiko berbagai jenis kanker.

Para peneliti menggunakan data dari 94.778 orang yang berpartisipasi dalam penelitian UK Biobank, sebuah pangkalan data biomedis yang sangat besar dengan informasi kesehatan setengah juta orang Inggris, yang dikumpulkan antara tahun 2006 dan 2010, dikutip dari The Sun.

Penelitian yang dipublikasikan di BMC Medicine ini melihat apakah dengan mengikuti tujuh rekomendasi yang disusun oleh World Cancer Research Fund (WCRF) dan American Institute for Cancer Research (AICR) pada tahun 2018 memengaruhi kemungkinan peserta terkena kanker.

Para peneliti memberikan skor kepada peserta studi dalam rentang 0 hingga 7 berdasarkan sejauh mana mereka mengikuti tujuh rekomendari tersebut. Skor rata-rata yang diperoleh peserta adalah 3,8.

Dari seluruh peserta, 7.296 orang, atau delapan persen, mengidap kanker selama periode penelitian. Adapun kanker yang banyak diidap adalah prostat, payudara, dan usus.

Mereka yang mendapat skor antara 4,5 - 7 poin memiliki risiko 16 persen lebih rendah terkena semua jenis kanker dibandingkan mereka yang mendapat skor di bawah 3,5.

Bahkan, mereka yang berada di antara skor 3,75 dan 4,25 memiliki risiko delapan persen lebih rendah.

Setiap peningkatan satu poin dalam skor peserta dikaitkan dengan penurunan risiko sebesar tujuh persen untuk semua jenis kanker, penurunan 10 persen risiko kanker payudara dan usus, dan "penurunan risiko secara signifikan" untuk kanker ginjal, kerongkongan, ovarium, hati, dan kantong empedu.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan seberapa besar faktor gaya hidup tertentu mempengaruhi risiko kanker.

Berikut adalah 7 kebiasaan gaya hidup rekomendasi dari WCRF dan AICR yang dapat memangkas risiko kanker.

1. Menjaga berat badan sehat
WCRF mengatakan bahwa menjaga berat badan dalam kisaran yang sehat dan menghindari kenaikan berat badan di kemudian hari dapat melindungi dari 13 jenis kanker. Hal ini karena obesitas dapat meningkatkan kemungkinan berkembangnya sel kanker di dalam tubuh.

Pasalnya, peningkatan kadar hormon, peradangan, dan faktor pertumbuhan yang disebabkan oleh kelebihan lemak tubuh dapat membuat sel-sel tubuh membelah lebih sering dan meningkatikan kemungkinan terbentuknya sel kanker.

2. Bergerak lebih banyak
WCRF menyarankan untuk melakukan aktivitas fisik dalam rutinitas harian guna membantu melindungi diri dari kanker usus, payudara, dan rahim.

WCRF menyarankan seseorang untuk aktif secara moderat selama setidaknya 150 menit setiap minggu dengan melakukan olahraga, seperti jalan cepat, bersepeda, berkebun, menari, dan melakukan pekerjaan rumah tangga.

Atau, seseorang juga dapat melakukan setidaknya 75 menit aktivitas yang intens, seperti berlari, aerobik, atau olahraga seperti sepak bola.

3. Mengonsumsi makanan yang sehat
WCRF menyarankan untuk menjadikan biji-bijian, sayuran, buah, dan kacang-kacangan sebagai bagian utama dari menu makanan harian.

Disarankan untuk mengisi tiga perempat dari piring dengan makanan tersebut dan seperempat sisanya dengan daging tanpa lemak, unggas, ikan, atau protein nabati seperti tahu.

4. Menghindari makanan tinggi kalori dan cepat saji
WCRF menyarankan agar tidak mengonsumsi makanan cepat saji atau yang tinggi lemak, tepung, dan gula.

Penelitian telah mengaitkan makanan ultra-proses dengan setidaknya tiga jenis kanker.

Berikut adalah makanan yang harus diwaspadai berdasarkan WCRF:
  • Cokelat dan makanan manis
  • Keripik
  • Biskuit
  • Kue
  • Es krim
  • Makanan cepat saji, seperti burger, ayam goreng, dan kentang goreng
  • Kue kering

5. Membatasi konsumsi daging merah dan daging olahan
Penelitian menunjukkan bahwa makan daging olahan, seperti bacon dan sosis, dapat meningkatkan risiko kanker usus.

Sementara itu, berdasarkan temuan para ilmuwan dari Universitas Bergen di Norwegia, tidak mengonsumsi bacon dan minuman bersoda dapat menambah satu dekade usia harapan hidup seseorang.

WCRF menyarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari tiga porsi daging merah seperti daging sapi, babi, dan domba setiap minggunya. Selain itu, jika memungkinkan, disarankan pula untuk mengurangi dalam jumlah yang lebih banyak sembari menghindari daging olahan sama sekali.

6. Menghindari minuman manis
Minuman berpemanis adalah hal lain yang harus dihindari, menurut WCRF.

"Kita sering tidak memikirkan minuman yang mengandung kalori. Namun, ada bukti kuat bahwa minum minuman berpemanis secara teratur dapat menyebabkan kenaikan berat badan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan banyak kanker," terang WCRF.

Sebagai gantinya, organisasi ini menyarankan untuk memilih air putih, teh atau kopi, dan jus buah alami dalam batas tertentu, yakni satu jus per hari.

Minuman dengan pemanis buatan dalam jumlah besar juga harus dihindari.

7. Menjauhi minuman keras
Menurut WCRF, mengurangi atau menghindari minuman alkohol dapat mengurangi risiko enam jenis kanker, termasuk kanker payudara, usus, hati, mulut, tenggorokan, dan perut.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Terbukti Lewat Riset! 7 Kebiasaan Simpel Ini Bisa Pangkas Risiko Kanker"