Hagia Sophia

15 February 2024

Walau Sedang Cuci Darah, Pasien Ini Masih Sempat Nyoblos Ikut Pemilu

Pasien gagal ginjal. (Foto: detikHealth/Nafilah S)

Semangat untuk tidak menjadi bagian dari golongan putih (golput) bukan hanya datang dari mereka dengan kondisi bugar dan fit. Sejumlah pasien gagal ginjal juga ikut andil memberikan suara, bahkan di tengah proses cuci darah.

Dalam pantauan detikcom Rabu (14/2/2024) ada lebih dari lima pasien gagal ginjal yang menjadi daftar pemilih tetap (DPT) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Bertempat di Gedung CMU 1, lantai 8, petugas KPPS mendatangi satu per satu pasien memberikan bantuan dan arahan proses pencoblosan.

Hans Tondawani, pria berusia 60-an yang seharusnya memilih berdasarkan domisili di Bekasi, menjadi salah satu pasien HD (Hemodialisis) yang mencoblos di RSCM. Di balik bilik pemilihan yang dibawa ke ruangan cuci darah, Hans mengikuti pemilihan presiden.

Saat ditanya mengapa Hans masih memiliki semangat untuk mengikuti pemilu 2024, harapannya kurang lebih sama dengan masyarakat umum.

"Siapapun yang terpilih, semoga dia bisa membangun negeri ini, negara Indonesia," katanya kepada detikcom Rabu (14/2).

Hans mengaku terbantu dengan petugas di RSCM yang ikut mengurus perpindahan DPT.

Hal serupa dialami Siskawati, lansia 66 tahun ini sudah lebih dari tiga tahun menjadi pasien hemodialisis. Kebetulan, jadwal cuci darahnya 'pas' dengan hari pemungutan suara.

"Saya masih semangat nyoblos," beber dia.

"Semoga harga-harga pangan nanti bisa murah," lanjutnya.

Sayangnya, ada beberapa pasien hemodialisis yang sudah lebih dulu pulang sehingga tidak mengikuti proses pemilu, lantaran menunggu terlalu lama.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Penuh Semangat! Pasien Gagal Ginjal Tetap Nyoblos Meski Sedang Cuci Darah"