Hagia Sophia

15 February 2024

Tanda Cuaca Ekstrem Salah Satunya Bisa Dilihat dari Awan

Tiga Jenis Awan Pertanda Cuaca Ekstrem. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Tanda cuaca ekstrem, salah satunya dapat dilihat dari awan. Hal ini diungkap Dr Erma Yulihastin, Pakar Klimatologi dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dalam live Eureka! Cuaca Ekstrem, Senin (12/2/2024) malam, Erma menjelaskan bagaimana mengenali tanda cuaca ekstrem dari awan. Ia berharap masyarakat punya pengetahuan mengenai tanda cuaca ekstrem agar bisa meminimalkan dampak dari bencana yang ditimbulkannya.

"Kalau masyarakat waspada, akan punya kemampuan untuk melakukan mitigasi mandiri. Misalnya kita melihat awan, kita bisa bilang ini bahaya nih, akan ada badai. Itu bisa dilihat, ada jenis-jenis awan dan penampakannya," ujarnya.

Foto: Dr Erma Yulihastin, Pakar Klimatologi dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN.

Disebutkan Erma, tanda-tanda cuaca ekstrem biasanya terdapat pada tiga jenis awan, yakni nimbostratus, altocumulus, dan cumulonimbus. Penampakan awan ini dapat dimonitor melalui satelit. Berikut adalah ciri dan penjelasan tentang ketiga awan tersebut:

Nimbostratus
Awan nimbostratus umumnya dikenali sebagai awan hujan atau awan mendung. Awan ini berwarna abu-abu yang merata dan terlihat beberapa waktu sebelum hujan turun.

Altocumulus
Awan altocumulus, berbentuk bulatan kecil-kecil seperti kapas dan menyebar luas di langit dengan jumlah gumpalan yang banyak. Jika terlihat di pagi hari, maka biasanya pada sore hari kemungkinan akan ada hujan badai.

Cumulonimbus
Awan cumulonimbus memiliki bentuk lebat dan padat, dan memiliki serat halus di bagian atasnya. Pada bagian bawahnya seperti tampak koyak dan berwarna gelap, terkadang terlihat seperti pohon beringin atau jamur raksasa.

Bagian atas awan ini terdiri dari awan es yang menyebar secara horizontal dalam bentuk landasan. Awan ini berpotensi menghadirkan hujan ekstrem karena di dalamnya terkandung es, angin kencang, hujan lebat, dan petir.

Erma menambahkan, cuaca dikatakan ekstrem jika nilai atau skala unsur cuaca seperti suhu, angin, hujan, dan sebagainya, tidak normal, bisa sangat tinggi atau sangat rendah, melebihi ambang batas tertentu.

"Skala cuaca ekstrem dikenali melalui sifatnya, yaitu tidak biasa atau tidak normal, kemudian dampaknya: besar, luas atau parah. Frekuensinya jarang terjadi, skala yang meliputi ruang meso hingga sinoptik atau waktu yang meliputi jam hingga mingguan, serta bentuk seperti bow echo, squall line, dan mesoscale convective complex," jelasnya.


























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "3 Jenis Awan Pertanda Cuaca Ekstrem, Mesti Tahu!"