Hagia Sophia

10 March 2024

Indonesia Masuk Peringkat 5 Dunia untuk Kasus Diabetes

Ilustrasi diabetes. (Foto: thinkstock)

Kasus penyakit diabetes Indonesia berada di angka yang sangat tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara lain. Bahkan Indonesia berada di peringkat 5 dunia dengan kasus diabetes terbanyak di dunia.

Berdasarkan data International Diabetes Foundation (IDF) pada tahun 2021, jumlah kasus diabetes Indonesia berada di angka 19,5 juta orang. Indonesia berada di bawah China dengan 140,9 juta, India, 74,2 juta, Pakistan 33 juta, dan Amerika Serikat dengan 32,4 juta kasus.

Wakil Menteri Kesehatan RI Wakil Menteri Kesehatan Prof Dante Saksono Harbuwono menuturkan bahwa langkah penanganan yang konkrit diperlukan untuk masalah ini. Ia menuturkan bahwa kasus diabetes di Indonesia dapat melonjak drastis apabila tidak segera ditangani.

"Saat ini sudah ada 19,5 juta mengalami diabetes dan diprediksi akan terus meningkat hingga 28,5 juta pada tahun 2045," ujar Prof Dante dalam sambutan daring di acara Diseminasi Riset Dampak Kesehatan dan Ekonomi Cukai MBDK CISDI, Kamis (7/3/2024).

Menurut data tersebut, Brazil berada di posisi keenam dengan 15,7 juta kasus dan Meksiko di posisi ketujuh dengan 14,1 juta kasus.

Prof Dante lebih lanjut juga menyoroti kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) yang tinggi. Padahal kebiasaan ini termasuk hal buruk dan menjadi salah satu pencetus dari penyakit diabetes tipe dua.

Tercatat berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2022, belanja rumah tangga untuk MBDK mencapai Rp 90 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 9 persen dari estimasi nilai belanja MBDK di tahun 2017.

"Penelitian juga menunjukkan angka kematian global akibat konsumsi sugar-sweetened beverages (SSB) mencapai 184 ribu dengan 133 ribu di antaranya disebabkan oleh diabetes," ungkapnya.

Prof Dante berharap kebijakan cukai MBDK yang direncanakan untuk menekan konsumsi bisa segera diterapkan pada tahun ini. Hal ini menurutnya bisa menjadi salah satu solusi jangka panjang penanganan diabetes di Indonesia. Terlebih sudah ada 100 negara di dunia yang sudah menerapkan kebijakan ini dan terbukti berhasil.

"Menurunkan konsumsi MBDK diharapkan dapat membawa perubahan positif pada kesehatan masyarakat dalam jangka panjang. Konsumsi MBDK yang telah terbukti meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit tidak menular lainnya," tandasnya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Indonesia Peringkat Ke-5 dengan Kasus Diabetes Terbanyak di Dunia"