Hagia Sophia

28 January 2026

AS Keluar dari Keanggotaan, WHO: Dunia Jadi Kurang Aman

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (Foto: Getty Images/diegograndi)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyesalkan keputusan Amerika Serikat (AS) menarik diri dari badan PBB tersebut. Sebagai anggota pendiri WHO, Amerika Serikat telah memberikan kontribusi signifikan terhadap banyak pencapaian terbesar WHO, termasuk pemberantasan cacar, dan kemajuan dalam mengatasi banyak ancaman kesehatan masyarakat lainnya termasuk polio, HIV, Ebola, influenza, tuberkulosis, malaria, penyakit tropis yang terabaikan, resistensi antimikroba, keamanan pangan, dan banyak lagi.

WHO menyebut keputusan itu "membuat Amerika Serikat dan dunia menjadi kurang aman," demikian kata WHO melalui keterangan resminya, dikutip Minggu (25/1/2026).

WHO juga menyoroti tudingan Amerika Serikat yang menyebut badan PBB tersebut melakukan kegagalan selama pandemi COVID-19, termasuk menghalangi penyebaran informasi penting secara tepat waktu dan akurat bahkan menyembunyikan kegagalan tersebut.

Menurut WHO, meskipun tidak ada organisasi atau pemerintah yang melakukan semuanya dengan benar, WHO tetap mendukung tanggapannya terhadap krisis kesehatan global yang belum pernah terjadi sebelumnya ini.

"Sepanjang pandemi, WHO bertindak cepat, membagikan semua informasi yang dimilikinya dengan cepat dan transparan kepada dunia, dan memberi nasihat kepada Negara Anggota berdasarkan bukti terbaik yang tersedia," kata WHO.

"WHO merekomendasikan penggunaan masker, vaksin, dan menjaga jarak fisik, tetapi tidak pernah merekomendasikan kewajiban penggunaan masker, kewajiban vaksinasi, atau penguncian wilayah. Kami mendukung pemerintah berdaulat untuk membuat keputusan yang mereka yakini demi kepentingan terbaik rakyat mereka, tetapi keputusan tersebut adalah milik mereka," lanjut WHO.

Menindaklanjuti berbagai evaluasi terhadap pandemi COVID-19, termasuk terhadap kinerja WHO, organisasi ini telah mengambil langkah-langkah untuk memperkuat kerjanya sendiri serta mendukung negara-negara dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas respons pandemi.

Sistem yang dikembangkan dan dikelola sebelum, selama, dan setelah fase darurat pandemi, yang beroperasi 24 jam sehari, telah berkontribusi menjaga keamanan seluruh negara, termasuk Amerika Serikat.

"Amerika Serikat juga menyatakan dalam pernyataannya bahwa WHO telah "mengejar agenda birokrasi yang dipolitisasi dan didorong oleh negara-negara yang memusuhi kepentingan Amerika". Ini tidak benar. Sebagai badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang diatur oleh 194 Negara Anggota, WHO selalu dan tetap netral dan ada untuk melayani semua negara, dengan menghormati kedaulatan mereka, dan tanpa rasa takut atau pilih kasih," kata WHO.

Di sisi lain, WHO berharap di masa mendatang Amerika Serikat akan kembali berpartisipasi aktif dalam WHO. Sementara itu, WHO tetap berkomitmen kuat bekerja sama dengan seluruh negara dalam menjalankan misi intinya dan mandat konstitusionalnya, yaitu mencapai standar kesehatan setinggi-tingginya sebagai hak dasar bagi seluruh umat manusia.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "WHO Sesalkan AS Keluar dari Keanggotaan, Sebut Dunia Jadi Kurang Aman"