Hagia Sophia

28 January 2026

Ini yang Terjadi Pada Tubuh saat Alami GERD

Ilustrasi (Foto: Getty Images/seb_ra)

Netizen belakangan ramai membicarakan hingga memperdebatkan kemungkinan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan penyakit yang bisa membuat pengidapnya meninggal dunia.

Terkait hal tersebut, spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menegaskan GERD tidak bisa menyebabkan kematian secara langsung dan mendadak.

Menurutnya, GERD yang tidak diobati dapat memicu gangguan pada esofagus, mulut, hingga hidung. Iritasi akibat asam lambung dapat menyebabkan luka atau erosi di esofagus, penyempitan saluran esofagus, hingga kanker esofagus.

Iritasi asam lambung juga dapat memicu gangguan lain seperti batuk kronis yang tak kunjung sembuh, karies gigi, hingga kemungkinan sinusitis.

"Tetapi penyakit2 akibat GERD ini tidak akan menyebabkan kematian mendadak," tegasnya, saat dihubungi detikcom, Minggu (25/1/2026).

Lebih lanjut, dr Aru menjelaskan GERD terjadi akibat melemahnya sfingter atau katup yang berada di antara esofagus dan lambung. Dalam kondisi normal, setelah makanan masuk ke lambung, katup tersebut akan menutup rapat sehingga isi lambung tidak bisa naik kembali ke esofagus.

Namun, pada kondisi tertentu, katup ini dapat mengalami iritasi akibat paparan asam lambung yang berlebihan dan berlangsung dalam waktu lama. Ditambah lagi dengan faktor psikologis yang dapat melemahkan otot-otot sfingter, kemampuan katup untuk menutup menjadi terganggu.

"Akibat tidak bisa menutupnya, klep antara esofagus dengan lambung terjadilah tadi yang kita sebut refleks dari isi lambung naik ke atas," ucapnya.

Apa pemicunya?

dr Aru mengatakan gangguan asam lambung berlebih dapat dipicu oleh banyak faktor. Mulai dari faktor genetik, kelainan tertentu yang membuat asam lambung mudah naik, hingga faktor gaya hidup.

"Penyebab gangguan dari asam lambung yang berlebih yaitu banyak-banyak faktor, mulai dari genetik, ya ada beberapa kelainan yang menyebabkan asam lambung. Kemudian dari beberapa penelitian memperlihatkan stres ya. Stres, pola hidup yang salah itu menjadi faktor penyumbang terbesar terjadinya gangguan asam lambung. Yang kemudian arahnya nanti ke GERD," sambungnya lagi.

Pola makan yang tidak tepat juga turut berperan, seperti terlalu sering mengonsumsi junk food, makanan terlalu pedas, hingga asam. Kebiasaan tersebut dapat memicu peningkatan produksi asam lambung serta merusak dinding lambung maupun katup esofagus.

"Itu akan menyebabkan gangguan-gangguan di lambung ya, termasuk peningkatan asam lambung atau kerusakan dari dinding lambung maupun tadi sfingter dari esophagus ke lambung. Sehingga terjadilah GERD," tuturnya.

"Jadi sebenarnya GERD ini adalah salah satu komplikasi dari gangguan asam lambung yang berlebih," sambungnya lagi.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dokter Ungkap yang Terjadi Pada Tubuh saat Mengalami GERD, Bisa Dipicu Kebiasaan Ini"