Hagia Sophia

28 January 2026

Benarkah GERD dan Penyakit Jantung Saling Berkaitan?

Ilustrasi (Foto: Getty Images/Mininyx Doodle)

Media sosial kini tengah ramai perdebatan soal hubungan GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease dengan penyakit jantung. Menariknya, perdebatan ini terjadi antara netizen dan dokter spesialis jantung.

"Dokter spesialis jantung dinasehati netizen sok tahu. emang koplak ya netizen konoha," tulis salah satu akun di Threads, dikutip Minggu (25/1/2026).

"Sini maju ceunah, yang maju ternyata dokter jantung," tulis lainnya.

GERD dan Penyakit Jantung

Spesialis jantung dr Vito Damay, SpJP(K), FIHA, FICA mengatakan tidak ada hubungan antara GERD dengan serangan jantung. Namun, serangan jantung kerap kali memiliki gejala seperti GERD.

"Memang bisa mirip dan justru itu yang sering bikin orang keliru," kata dr Vito kepada detikcom, Minggu (25/1/2026).

Lalu, bagaimana membedakannya? dr Vito menjelaskan pada GERD, keluhan yang dirasakan pengidap, seperti:
  • Rasa panas di dada sampai leher atau perih di ulu hati
  • Sering muncul setelah saat berbaring, atau malam hari
  • Kadang disertai mual atau rasa asam di mulut
  • Lalu yang mirip juga kadang sesak mendadak.
Sementara pada serangan jantung, keluhannya:
  • Memang bisa rasa panas juga di dada tapi umumnya berat
  • Rasa tertekan
  • Tidak nyaman di dada.
"Walaupun pada serangan jantung bisa ada ada nyeri ulu hati dan mual, ciri lain yang berbeda dibandingkan GERD yaitu disertai keringat dingin.

Hal lain yang lebih mengarah ke serangan jantung ada kadang menjalar ke lengan, leher, atau punggung," kata dr Vito.

Kondisi ini, menurut dr Vito lebih berisiko dialami oleh wanita, usia lanjut, atau pengidap diabetes.

"Serangan jantung tidak selalu terasa sebagai nyeri dada, tapi mirip seperti 'GERD' atau nyeri ulu hati. Hal ini membuat serangan jantung sering terlewat pada situasi seperti ini," katanya.

GERD dan Kematian

Di sisi lain, banyak warganet yang menceritakan pengalaman kenalan atau keluarga mereka yang meninggal dan sebelumnya muncul tanda-tanda seperti GERD.

Spesialis penyakit dalam dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD(K) kembali menegaskan bahwa GERD sendiri tidak akan menimbulkan masalah fatal kepada pengidapnya.

"GERD itu tidak sampai membunuh/mematikan," tegas dr Andi, dikutip dari X atas izin yang bersangkutan, Minggu (25/1/2026).

Namun, tetap ada kemungkinan-kemungkinan lain saat pasien meninggal karena mengeluhkan atau mengalmai gejala mirip GERD. Berikut yang bisa terjadi menurut dr Andi.
  1. GERD like: bukan GERD, tapi menyerupai. Misal serangan jantung/infark miokard akut.
  2. Komorbid dengan GERD: Penyakit lain + GERD yang terjadi pada satu orang. Keduanya (atau lebih) memperberat. Itu pun tidak sampai mematikan. Cuma sampai memperberat saja. Bisa fatal atau serius jika keduanya berbarengan atau berdekatan waktunya, disusul oleh aritmia/gangguan irama jantung.
  3. Ko-insidensi. Ada GERD, ada juga penyakit serius lain (diketahui/tidak diketahui). Berdiri sendiri.
"Ini pendapat saya. Penelitian dalam pendidikan konsultan/subspesialistik dipandu Guru-guru saya sebagiannya terkait itu juga. Semoga bisa bantu menjelaskan dan menenangkan," tutupnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "'Adu Mekanik' Dokter Vs Netizen: Benarkah GERD dan Penyakit Jantung Saling Berkaitan?"