Hagia Sophia

28 January 2026

Beberapa Penyebab Nafsu Makan Meningkat Saat Cuaca Hujan

Kenapa rasanya lapar melulu saat hujan seharian? Foto: Getty Images/EvgeniyShkolenko

Cuaca belakangan ini kurang bersahabat. Jabodetabek dan banyak wilayah Indonesia dilanda cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang meningkat dan potensi gangguan badai sejumlah fenomena atmosfer yang aktif. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan dinamika atmosfer yang kuat sedang mendorong pertumbuhan awan hujan dan potensi hujan lebat dan diprediksi hingga akhir Januari 2026.

Sering merasa lebih cepat lapar belakangan ini ketika hujan turun hampir setiap hari seperti sekarang? Kondisi cuaca seperti ini memang kerap memicu rasa ingin makan lebih sering, meski jam makan belum tiba. Sejumlah penelitian salah satunya dari jurnal Nutrients tahun 2021 menunjukkan bahwa orang dewasa rata rata mengonsumsi makanan lebih banyak saat suhu lingkungan menurun.

Ada beberapa kemungkinan penyebab nafsu makan meningkat di tengah cuaca hujan.

1. Serotonin Rendah
Hujan yang turun terus menerus membuat paparan sinar matahari berkurang secara signifikan. Kondisi ini berdampak pada produksi serotonin di otak, zat kimia yang berperan penting dalam menjaga kestabilan suasana hati. Ketika serotonin menurun, tubuh cenderung merasa kurang nyaman, mudah lelah, dan kehilangan semangat. Otak lalu mencari solusi untuk mengembalikan rasa aman dan tenang tersebut.

Makanan menjadi salah satu jalur kompensasi paling mudah. Makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat diketahui dapat meningkatkan ketersediaan triptofan ke otak, yang kemudian digunakan untuk sintesis serotonin. Sebuah tinjauan sistematis dalam jurnal Nutrients menunjukkan bahwa kondisi lingkungan dan stresor eksternal seperti perubahan cahaya dan suhu dapat memengaruhi regulasi nafsu makan melalui jalur neurokimia, termasuk serotonin. Kondisi inilah yang membuat keinginan ngemil muncul lebih sering saat hujan, meski perut tidak benar benar kosong.

2. Suhu Tubuh Turun
Tubuh manusia memiliki sistem alami untuk menjaga suhu inti tetap stabil, yang dikenal sebagai termoregulasi. Saat lingkungan menjadi lebih dingin dan lembap seperti pada musim hujan, sistem ini langsung bekerja lebih aktif. Panas tubuh lebih cepat hilang ke lingkungan sekitar, terutama melalui kulit dan pernapasan, sehingga tubuh perlu mengimbanginya dengan menghasilkan panas dari dalam.

Produksi panas ini membutuhkan energi. Tubuh meningkatkan pembakaran energi basal agar suhu tubuh tetap berada di kisaran aman. Otak kemudian menerima sinyal bahwa cadangan energi perlu ditambah, yang diterjemahkan sebagai rasa lapar atau keinginan untuk makan lebih sering.

Makanan dan minuman hangat menjadi pilihan alami karena memberi dua efek sekaligus. Asupan energi membantu mendukung proses produksi panas, sementara suhu makanan yang hangat memberi sensasi nyaman yang langsung dirasakan tubuh.

Penelitian eksperimental terbaru yang dipublikasikan di jurnal Appetite dan Nutrition & Metabolism menunjukkan bahwa orang dewasa yang berada pada suhu lingkungan lebih rendah cenderung mengonsumsi kalori lebih banyak dibandingkan saat berada di suhu netral.

3. Mood Turun
Cuaca hujan yang berkepanjangan sering membawa perubahan suasana yang terasa secara emosional. Langit mendung dan aktivitas yang tertunda dapat memicu perasaan muram atau bosan. Kondisi mood yang menurun ini memengaruhi cara otak memproses rasa lapar dan kepuasan makan. Dalam kondisi seperti ini, makanan kerap menjadi pelarian emosional. Kalau kamu pernah tiba tiba menginginkan makanan tertentu saat hujan turun, besar kemungkinan emosi ikut memicu rasa lapar. Bayangan masa kecil menikmati gorengan sambil mendengar hujan di atap rumah sering muncul kembali ketika cuaca serupa datang. Otak menyimpan pengalaman itu sebagai memori yang menenangkan, lalu menghubungkannya dengan rasa aman dan nyaman. Perasaan ingin makan makanan tersebut yang dinamakan comfort food, muncul bukan semata karena rasa lapar, tetapi karena dorongan emosional yang menyertainya.

Penelitian neurobiologi terbaru yang dimuat di jurnal Nature Neuroscience tahun 2023 menunjukkan bahwa paparan suhu dingin dapat mengaktifkan sirkuit otak tertentu yang berkaitan dengan pencarian energi dan perilaku makan.

Tips agar Berat Badan Tidak Naik

Rasa lapar yang lebih sering muncul saat hujan tidak selalu berarti tubuh benar benar membutuhkan makanan dalam jumlah besar. Mengenali perbedaan antara lapar fisik dan lapar karena suasana hati menjadi langkah awal yang penting. Lapar fisik biasanya datang bertahap dan bisa ditunda, sementara lapar emosional sering muncul tiba tiba dan mengarah ke makanan tertentu yang memberi rasa nyaman.

Suhu lingkungan yang menurun juga bisa disiasati tanpa selalu menambah asupan makanan. Mengenakan pakaian yang lebih hangat membantu mempertahankan suhu tubuh tanpa harus terus mencari sumber energi dari makanan. Tubuh yang merasa hangat cenderung lebih tenang dan tidak terlalu agresif mengirim sinyal lapar sebagai respons terhadap dingin.

Pilihan makanan berperan besar dalam menjaga keseimbangan berat badan di musim hujan. Makanan hangat tetap bisa dinikmati tanpa harus tinggi kalori. Sup berbasis sayuran, sumber protein sederhana, dan minuman hangat rendah gula dapat memberi sensasi nyaman tanpa lonjakan kalori berlebihan. Cemilan berupa buah buahan segar atau makanan tinggi serat seperti kacang-kacangan rebus dan umbi-umbian kukus membantu memberi rasa kenyang lebih lama sekaligus menjaga pencernaan tetap aktif.

Porsi makan juga perlu disadari, terutama saat aktivitas fisik cenderung menurun karena hujan. Tubuh yang bergerak lebih sedikit membutuhkan energi lebih rendah dibanding hari yang aktif. Menyantap makanan secara perlahan membantu otak menangkap sinyal kenyang dengan lebih akurat, sehingga keinginan menambah porsi bisa ditekan.

Aktivitas ringan di dalam rumah tetap memberi manfaat besar. Peregangan, berjalan sebentar, atau membersihkan rumah membantu metabolisme tetap berjalan dan menjaga sensitivitas tubuh terhadap sinyal lapar dan kenyang. Musim hujan tidak harus menjadi musim berat badan naik jika tubuh tetap diajak bergerak meski dalam ruang terbatas.

Kondisi lebih cepat lapar dan keinginan mengunyah saat musim hujan sebenarnya merupakan hal yang normal. Tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan suhu, cahaya, dan ritme aktivitas yang berbeda, sehingga sinyal lapar bisa muncul lebih sering sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan energi dan rasa nyaman. Respons ini bukan tanda kurangnya kontrol diri, melainkan mekanisme alami tubuh dan otak dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan yang lebih dingin.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kenapa Rasanya Lapar Terus saat Cuaca Hujan Melulu?"