Hagia Sophia

15 April 2023

Demi untuk Bertahan Hidup, Wanita Ini Sewakan Rahimnya

Ilustrasi foto ibu hamil. Kisah seorang wanita di Meksiko yang rela menyewakan rahimnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. (Foto: Getty Images/iStockphoto/globalmoments)

Seorang wanita di Meksiko bernama Leti Montalvo rela menyewakan rahimnya demi bertahan hidup. Kisah ini berawal ketika hidupnya berubah drastis imbas pandemi COVID-19. Pada tahun 2020, pandemi membuat suaminya tak memiliki penghasilan dan sebuah geng memaksa mereka keluar dari rumah. Diketahui juga, Montalvo memiliki empat orang anak.

Tanpa pemasukan, mereka hanya bertahan hidup dengan memakan kacang. Montalvo, wanita 29 tahun itu merasa putus asa. Akhirnya pada Februari 2021, dia membuka Facebook di ponselnya dan menulis pesan.

"Halo," tulisnya dalam bahasa Spanyol, dikutip dari Vice, Sabtu (15/4/2023). "Saya bersedia menyewakan rahim saya dan membuat calon orang tua bahagia." Tak lama, tanggapan mengalir masuk. Delapan agen ibu pengganti dan sepuluh pasangan langsung menghubunginya.

Montalvo adalah satu dari sejumlah besar wanita Meksiko yang mendaftar untuk menjadi ibu pengganti bagi orang Amerika dan Eropa yang sangat ingin memiliki bayi. Daya tarik Meksiko disebabkan oleh terjadinya penurunan industri ibu pengganti di Ukraina akibat perang sehingga banyak orang Amerika kelas menengah mencari alternatif ibu pengganti yang lebih mudah.

Idealnya, international surrogacy atau ibu pengganti internasional adalah solusi yang menguntungkan bagi seluruh pihak. Ibu pengganti di Meksiko dapat menghasilkan $10 ribu hingga $15 ribu atau setara dengan Rp148 juta hingga Rp222 juta, jumlah uang yang dapat merubah hidup mereka meskipun sangat sedikit jika dibandingkan dengan ibu pengganti Amerika.

Untuk calon orang tua, proses penyewaan rahim di Meksiko relatif murah, sekitar $70 ribu atau setara dengan Rp1 miliar untuk seluruh proses, dibandingkan dengan lebih dari $130 ribu atau setara dengan Rp2 miliar di AS. Selain itu, prosesnya pencarian jauh lebih cepat karena kumpulan ibu pengganti di Meksiko lebih besar.

Agen ibu pengganti AS yang beroperasi di Meksiko juga memiliki margin keuntungan lebih besar. Di AS, lebih dari sepertiga biaya masuk ke ibu pengganti, tetapi di Meksiko umumnya kurang dari 20 persen. Beberapa agen internasional yang mengiklankan layanan di Meksiko mensubkontrakkan proses tersebut ke agen atau klinik pengganti lokal, dengan mengambil potongan uang.

Meskipun banyak kisah ibu pengganti yang berakhir bahagia, sebagian lainnya tak beruntung. Beragam cerita muncul, mulai dari menerima uang jauh lebih sedikit dari yang dijanjikan, orang tua yang dituju menipu puluhan ribu dollar, hingga orang asing terdampar di Meksiko karena tidak bisa mendapatkan paspor untuk bayi mereka.

Pasar ibu pengganti sangat buram di Meksiko sehingga tidak mungkin untuk mengetahui berapa banyak ibu pengganti yang terjadi dalam setahun atau seberapa sering masalah muncul. Pasalnya, baik otoritas Meksiko maupun AS tidak melacaknya.

Iming-iming uang mudah dilebih-lebihkan. Ibu pengganti seringkali kurang memahami hak mereka, pertanyaan apa yang harus mereka tanyakan sebelum menandatangani kontak, dan persyaratan apa yang dapat mereka tuntut. Maka dari itu, ketika ada sesuatu yang salah, mereka akan memiliki sedikit jalan keluar.

Beberapa kelompok feminis di Meksiko mendorong untuk melarang ibu pengganti sama sekali, seperti di Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol. Teresa Ulloa, direktur regional Koalisi Melawan Perdagangan Perempuan dan Anak Perempuan di Amerika Latin dan Karibia, membandingkan surrogacy dengan perdagangan organ.

"Bahkan jika ada undang-undang [mengatur ibu pengganti], itu tidak menjamin bahwa hak-hak perempuan akan dihormati. Apalagi ketika ada kelaparan dan keputusasaan," kata Teresa.

Di sisi lain, menurut Montalvo, menjadi ibu pengganti terbukti jauh lebih sulit daripada yang dia harapkan. Setelah menandatangani kontrak dengan ayah yang dimaksud, dia mengetahui bahwa dirinya memiliki kista ovarium yang perlu diangkat. Prosedur, yang dibayar oleh agensi, menunda proses sekitar satu bulan. Itu ditunda enam bulan lagi karena Montalvo tidak memiliki semua dokumennya.

Meskipun begitu, menjadi ibu pengganti adalah "yang paling saya inginkan," katanya, saat keempat anaknya bermain di lantai atas. Putrinya yang berusia 9 tahun bercita-cita menjadi ahli masak dan putranya yang berusia 7 tahun ingin menjadi polisi.

"Saya ingin masa depan yang lebih baik untuk anak-anak saya," katanya. "Aku tidak ingin mereka terjebak di tempatku," sambungnya lagi.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pengakuan Wanita Rela Sewakan Rahimnya demi Bertahan Hidup"