Hagia Sophia

15 April 2023

Kasus COVID-19 di Indonesia Melonjak, Diduga dari Varian Arcturus

Kemenkes RI melaporkan temuan dua kasus varian Arcturus atau Omicron XBB 1.16 di DKI Jakarta. (Foto: Getty Images/loops7)

Di tengah lonjakan kasus COVID-19 yang hampir menembus seribu kasus di tiga hari terakhir, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) melaporkan temuan dua kasus varian Arcturus atau Omicron XBB 1.16 di DKI Jakarta.

Kedua pasien tersebut merupakan seorang pria berusia 50 tahun dan wanita 33 tahun yang sudah dinyatakan sembuh dan selesai menjalani perawatan intensif.

Subvarian Omicron XBB 1.16 merupakan 'sepupu' Omicron yang bermutasi dan pertama kali terdeteksi di India pada bulan Januari. Strain induknya XBB menyebabkan kasus menjadi empat kali lipat hanya dalam satu bulan di beberapa negara.

Omicron XBB 1.16 atau varian Arcturus ini merupakan salah satu dari lebih 600 subvarian Omicron yang saat ini tengah beredar.

WHO saat ini tengah memantau ketat galur dari varian tersebut. Pasalnya, beberapa pejabat mengungkap ada beberapa mutasi yang mengkhawatirkan.

Pada konferensi pers pada 29 Maret, pemimpin teknis WHO untuk COVID-19, Dr Maria Van Kerkhove, mengatakan pihaknya memang belum melihat perubahan yang signifikan dari tingkat keparahan pada individu atau populasi.

Meskipun begitu, varian ini memiliki satu mutasi tambahan pada protein lonjakan yang dalam penelitian laboratorium menunjukkan peningkatan infektivitas dan patogenitas. Artinya, subvarian ini memiliki karakteristik yang lebih menular dari varian lainnya dan lebih mampu menembus kekebalan vaksin yang terbentuk sebelumnya.

"Kami belum melihat perubahan tingkat keparahan pada individu atau populasi, tetapi itulah mengapa kami menerapkan sistem ini," imbuhnya dikutip dari laman resmi WHO.

Varian tersebut juga telah menyebabkan lonjakan kasus di India dengan infeksi 13 kali lipat lebih menular dalam sebulan terakhir. Hal ini telah mendorong otoritas kesehatan setempat untuk mengoperasikan kembali rumah sakit dan memperkenalkan kembali mandat penggunaan masker di beberapa daerah.

Sebuah studi juga mengungkapkan Arcturus 1,2 kali lebih menular daripada strain Kraken yang terkait erat dengan 'nenek moyangnya', bahkan dianggap sama menularnya dengan campak.

Tim Jepang menulis bahwa keunggulan dari varian tersebut berpotensi akan menyebar ke seluruh dunia dalam waktu dekat.

Selain itu, meski dianggap sebagai varian yang paling menular, tampaknya Omicron XBB 1.16 ini tak lebih mematikan daripada varian lainnya. Akan tetapi, peningkatan kasus imbas varian ini membuat layanan kesehatan berada di bawah tekanan kembali.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ditemukan Kala COVID-19 RI Naik Lagi, Sefatal Ini Varian Arcturus"