Hagia Sophia

27 April 2023

Kekawatiran WHO: Perang Sudan Membawa Ancaman Biologis yang Mematikan

Rumah hancur akibat perang yang terjadi di Sudan (Foto: REUTERS/STRINGER)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) khawatir perang Sudan membawa ancaman biologis yang mematikan. Pasalnya, salah satu pihak yang berperang dalam konflik tersebut telah merebut laboratorium publik pusat di Sudan, yang menyimpan sampel penyakit, termasuk virus polio dan campak.

WHO menyebut hal itu menciptakan situasi yang sangat berbahaya. Meskipun demikian, tak dijelaskan lebih lanjut pihak mana yang telah merebut laboratorium pusat tersebut.

"Ada risiko biologis yang sangat besar terkait dengan pendudukan laboratorium kesehatan masyarakat pusat... oleh salah satu pihak yang bertikai," kata Nima Saeed Abid, perwakilan WHO di Sudan, dikutip dari The Fox News.

Abid mengatakan dia telah menerima telepon dari kepala laboratorium nasional di Khartoum pada Senin, sehari sebelum gencatan senjata 72 jam yang ditengahi AS antara jenderal-jenderal yang bertikai di Sudan secara resmi mulai berlaku setelah 10 hari pertempuran perkotaan.

Ia juga menunjukkan bahwa laboratorium tersebut menyimpan apa yang disebut isolat, atau sampel dari berbagai penyakit mematikan, termasuk campak, polio, dan kolera.

"Pejuang mengusir semua teknisi dari lab yang sepenuhnya berada di bawah kendali salah satu pihak yang bertempur sebagai pangkalan militer," katanya lagi.

Dari perang Sudan tersebut, Kementerian Kesehatan Sudan menyebutkan jumlah kematian sejauh ini mencapai 459 orang, dengan 4.072 lainnya luka-luka. Namun, WHO belum dapat memverifikasi jumlah itu.

"Selain bahaya kimia, bahaya biologis juga sangat tinggi karena genset yang tidak berfungsi dengan baik," kata Abid.

Adapun perang saudara ini terdiri dari dua kubu, yakni Militer Sudan yang dipimpin oleh Jenderal Abdel Fattah Burhan. Lalu pihak lain Kelompok Paramiliter yang dipimpin Jenderal Mohammed Hamdan Dagalo.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "WHO Khawatir Perang Sudan Bawa Ancaman Biologis Mematikan"