Hagia Sophia

12 April 2023

Menurut Studi, Rasa Mint dalam Vape Berdampak Buruk bagi Kesehatan

Di balik kenikmatannya, rokok elektronik rasa mint dan menthol disebut lebih beracun bagi paru-paru dibandingkan rasa lainnya. (Foto: Getty Images/iStockphoto/sittithat tangwitthayaphum)

Rasa segar yang dimiliki mint membuatnya menjadi salah satu rasa yang populer digunakan dalam berbagai produk, termasuk vape atau rokok elektronik. Banyak rokok elektronik yang menggunakan perasa mint untuk memberikan rasa dingin dan menyegarkan.

Dikutip dari Medical Daily, pada 2022, diperkirakan terdapat sekitar 2,5 juta anak muda mengaku mengonsumsi rokok elektronik. Dari data tersebut, rokok elektronik rasa mint dan menthol adalah rasa yang paling populer di kalangan penggunanya.

Penelitian yang dirilis oleh Respiratory Research menunjukkan bahwa perasa mint dalam rokok elektronik dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Tim peneliti dari University of Pittsburgh mendesain sistem robot khusus yang meniru mekanisme perilaku manusia dan pernapasan manusia saat menggunakan vape atau rokok elektronik. Mereka menggunakan sejumlah cairan vape dengan rasa yang beragam.

Dari penelitian tersebut, ditemukan bahwa cairan yang memiliki kandungan menthol menghasilkan lebih banyak mikropartikel beracun dibandingkan yang tidak mengandung menthol.

Mikropartikel beracun tersebut diketahui memiliki kaitan yang erat terhadap gangguan pernapasan, seperti napas yang lebih pendek dan fungsi paru-paru yang memburuk. Para peneliti mengungkap bahwa kandungan mint memang aman untuk dikonsumsi, namun bisa berdampak berbeda ketika dihirup.

"Hanya karena sesuatu aman untuk dikonsumsi sebagai makanan, bukan berarti aman juga untuk diisap/dihirup," jelas Kambex Benam, salah seorang peneliti dan Associate Professor Division of Pulmonary, Allergy, and Critical Medicine di University of Pittsburgh.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah meminta perusahaan produksi rokok untuk berhenti menggunakan kandungan menthol dalam produknya karena menarik banyak orang, terutama anak muda, untuk menggunakannya.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Studi Lagi-lagi Buktikan Bahaya Vape Bagi Paru-paru"