Hagia Sophia

31 May 2023

Beberapa Faktor yang Pengaruhi Batu Ginjal dan Ciri-cirinya

Foto: Thinkstock

Batu ginjal disebut juga dengan nefrolitiasis atau urolitiasis. Batu ginjal merupakan endapan keras yang terbuat dari mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal. Batu ginjal ini massa keras yang menyerupai batu dan terbentuk di sepanjang saluran kemih dan biasa menyebabkan nyeri, pendarahan, penyumbatan saluran kemih atau infeksi.

Penyakit batu ginjal ini diperkirakan terjadi pada 6 per 1.000 penduduk atau ada sebanyak 1.499.400 penduduk di Indonesia mengalami kasus batu ginjal. Orang yang mengalami batu ginjal kisaran usia 30-60 tahun.

Penyakit batu ginjal banyak dialami oleh kaum pria. Adapun faktor-faktor yang berperan pada pembentukan batu ginjal/kandung kemih meliputi ras, keturunan, jenis kelamin, bakteri, kurang minum, air minum jenuh mineral, pekerjaan, makanan dan suhu tempat kerja.

Mengutip dari Mayo Clinic, penyebab dari batu ginjal bisa diakibatkan dari aktivitas diet, kelebihan berat badan, beberapa kondisi medis, dan suplemen serta obat-obatan. Batu ginjal ini bisa berpengaruh pada bagian manapun dari saluran kemih mulai dari ginjal hingga kandung kemih. Seringkali, batu terbentuk ketika urin menjadi pekat dan memungkinkan mineral mengkristal serta saling menempel. Batu ini terbentuk dari zat pembentuk kristal, seperti kalsium, oksalat, dan asam urat, daripada yang dapat diencerkan oleh cairan dalam urine.

Batu ginjal tidak menimbulkan gejala hingga bergerak di dalam ginjal atau masuk ke salah satu ureter atau saluran yang menghubungkan antara ginjal dan kandung kemih. Apabila batu ginjal tersangkut di ureter, itu dapat menghalangi aliran urin dan menyebabkan ginjal membengkak dan ureter kejang, hal ini bisa sangat menyakitkan.

Faktor yang Mempengaruhi Batu Ginjal

Berikut ini beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena batu ginjal yang harus kamu ketahui:
  • Memiliki riwayat keturunan batu ginjal, keluarga yang mengidap batu ginjal dapat memungkinkan kamu juga berisiko tinggi terkena batu ginjal.
  • Dehidrasi, kurang minum bisa meningkatkan risiko terkena batu ginjal karena kekeringan pada tubuh.
  • Diet, mengonsumsi makanan yang tinggi protein, natrium (garam), dan gula dapat meningkatkan risiko beberapa jenis batu ginjal, karena banyak garam dapat meningkatkan jumlah kalsium yang harus disaring oleh ginjal.
  • Berat badan, pertumbuhan volume serta peningkatan berat badan dapat memicu risiko batu ginjal.
Ciri-ciri Batu Ginjal

Mengutip dari Mayo Clinic, berikut ini beberapa ciri-ciri batu ginjal yang harus diwaspadai:
  • Sakit parah dan tajam di bagian samping dan belakang, di bawah tulang rusuk
  • Nyeri yang menjalar ke perut bagian bawah dan selangkangan
  • Rasa sakit yang datang dalam gelombang dan intensitasnya berfluktuasi
  • Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
Atau tanda tanda lain pada urine seperti:
  • Urine merah muda, merah atau coklat
  • Urine keruh atau berbau busuk
  • Buang air kecil terus menerus dalam jumlah sedikit
  • Mual dan muntah
  • Demam dan menggigil jika ada infeksi.
Jika ciri-ciri tersebut semakin parah atau kamu mengalami kondisi di bawah ini, segera cari pertolongan medis:
  • Nyeri sangat parah sehingga kamu tidak dapat duduk diam atau menemukan posisi yang nyaman
  • Nyeri disertai mual dan muntah
  • Nyeri disertai demam dan menggigil
  • Darah dalam urine
  • Kesulitan buang air kecil.
Nah itulah beberapa ciri-ciri batu ginjal serta faktor yang mempengaruhi penyakit tersebut yang harus kamu waspadai.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ciri-ciri Batu Ginjal yang Harus Kamu Waspadai!"