Hagia Sophia

15 May 2023

Indonesia Masuk Katagori Fatherless ke-3 di Dunia

Ilustrasi anak fatherless. (Foto: Getty Images/iStockphoto/globalmoments)

Ramai di media sosial Indonesia disebut negara dengan status fatherless terbanyak ketiga di dunia. Fatherless merujuk kepada tekanan emosional yang diakibatkan dari kehilangan sosok ayah, baik secara fisik maupun psikis.

Kondisi ini tidak hanya dialami oleh anak yatim (ditinggal mati ayah), tetapi juga ada banyak faktor yang melatarbelakanginya.

"Fatherless itu adalah si ayah sebetulnya ada. Jadi si anak itu punya ayah, tapi kehadirannya secara fisik maupun secara psikologis itu sangat minim," ujar psikolog klinis anak dan remaja Monica Sulistiawati, MPsi, Psikolog, dalam sesi bincang detikPagi, Senin (15/5/2023).

Menurut Monica ada tiga hal yang menjadi faktor anak bisa mengalami fatherless, di antaranya:
  • Pernikahan jarak jauh atau long distance marriage (LDM)
  • Orang tua bercerai
  • Orang tua terlalu sibuk
Peran Ayah Dalam Tumbuh Kembang Anak

Dituturkan Monica, ayah dan ibu memiliki cara yang berbeda untuk mendidik seorang anak. Baik secara komunikasi, problem solving (kemampuan menyelesaikan masalah), dan kemampuan berpikir.

"Nah, kalau secara umum, banyak nih penelitian yang mengatakan bahwa hubungan yang dekat dengan seorang anak, ini memiliki korelasi yang positif dengan self esteem (kepercayaan diri), life satisfaction (kepuasan hidup si anak), juga bagaimana anak menyelesaikan masalahnya," kata Monica.

Menurut Monica, anak yang dekat dengan ayahnya akan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Anak yang dekat dengan ayah juga memiliki tingkat resiliensi dan memiliki kemampuan memecahkan masalah dengan baik.

"Dia nggak mudah frustasi, nggak mudah stres, kemudian dia mampu berfokus pada problem solving dibandingkan dengan emosi. Jadi ketika dia menghadapi masalah, reaksi yang diberikan, respon emosi yang diberikan, sifatnya lebih ke sementara bukan terus-menerus," tutur Monica.

"Kemudian dengan problem solving yang baik dia mampu beradaptasi di lingkungan dengan lebih baik, dengan situasi-situasi yang kurang menyenangkan. Sehingga tingkat depresinya jadi lebih rendah," sambungnya.






























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "RI Disebut Negara Paling Fatherless Ke-3 di Dunia, Sosok Ayah Antara Ada dan Tiada"