Hagia Sophia

11 May 2023

Mungkinkah Anak Tertular Raja Singa Melalui ASI?

Bisakah penyakit sifilis ditularkan melalui air susu ibu? (Foto: Getty Images/iStockphoto/tatyana_tomsickova)

Kasus sifilis atau raja singa di Indonesia dalam lima tahun, sejak 2016 hingga 2022, meningkat tajam. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga dilaporkan terjangkit penyakit tersebut.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan kondisi ini terjadi karena minimnya tes atau skrining, dan pengobatan untuk ibu hamil dengan sifilis. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr Christian Wijaya, SpOG, mengatakan salah satu jalur penularan yang paling berisiko adalah proses persalinan.

"Biasanya, kasus sifilis pada anak terjadi pada proses persalinan yang normal, karena itu penularannya direct transmission atau secara langsung. Jadi, biasanya kena saat lahiran normal," jelas dr Christian saat ditemui di Jakarta Utara, Rabu (10/5/2023).

"Kalau proses persalinan caesar, itu jarang sekali terjadi," sambungnya.

Bisakah Sifilis Menular Lewat ASI?

Menurut dr Christian, risiko penularan sifilis paling besar melalui persalinan normal. Bagaimana jika melalui air susu ibu (ASI)?

"Kalau ASI sebenarnya nggak menular sih, kemungkinannya kecil," ungkap dr Christian.

Maka dari itu, di awal kehamilan ibu hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada risiko atau kemungkinan infeksi sifilis pada ibunya.

dr Christian mengungkapkan pemeriksaan ini dilakukan dengan tes Venereal Disease Research Laboratory (VDRL). Ini berfungsi sebagai skrining awal untuk mendeteksi adanya penyakit sifilis pada ibu hamil.

"Jadi, kalau dari awal sudah ketahuan ada sifilis, kita sudah treatment dari awal untuk mencegah penularan pada anak," pungkasnya.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kasus Sifilis Ngegas di RI, Bisakah Anak Kena Raja Singa Lewat ASI?"