Hagia Sophia

14 June 2023

Balita Asal Samarinda yang Positif Sabu Masih Hiperaktif, Inikah Efeknya?

Ilustrasi balita positif narkoba. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Sebastien Gonzalez)

Belakangan heboh soal balita positif narkoba di Samarinda, Kalimantan Timur, setelah diberikan minum dari botol bekas bong sabu. Balita berusia 3 tahun mengalami gejala seperti halusinasi, hiperaktif, dan tidak bisa tidur selama dua hari.

Setelah dilakukan tes urine, balita itu dinyatakan positif metamfetamin. Balita itu langsung dirawat di rumah sakit selama empat hari untuk memeriksa organ tubuhnya, hingga diperbolehkan pulang pada Sabtu (10/6/2023).

Memang separah apa efek sabu pada anak?

Menurut pakar farmasi dari Universitas Gadjah Mada Prof Zullies Ikawati, dampak yang bisa ditimbulkan dari metamfetamin atau sabu bisa berpotensi lebih berat pada bayi dibandingkan orang dewasa. Meski pada orang dewasa, obat ini juga bisa berakibat fatal bila dikonsumsi dalam dosis berlebih.

"Bisa jadi, dengan dosis yang sama, dampaknya lebih berat pada bayi, karena berarti dosis yang terasup lebih besar dari dosis lazimnya. Efek obat itu akan berbanding lurus dengan dosis obat," jelasnya ketika dihubungi detikcom, Minggu (11/6).

"Fatal tidaknya tergantung dosis. Sejauh ini bayi tersebut sudah mendapatkan penanganan dan sudah membaik. Jika dosisnya berlebih, ya bisa jadi fatal," sambungnya.

Prof Zullies menjelaskan metamfetamin bisa menyebabkan beberapa risiko pada anak. Sebab, obat itu termasuk golongan yang mempengaruhi stimulan sistem saraf.

"Golongan ini merupakan stimulan sistem saraf dan dapat mempengaruhi perilaku, efek yang bisa ditimbulkan, antara lain, gejala psikosis/kejiwaan, seperti halusinasi, perubahan perilaku, ketakutan, lebih sensitif, atau agresif, termasuk jadi hiperaktif," ungkap Prof Zullies.

Meski begitu, pada dasarnya setiap obat bisa tereliminasi dari tubuh. Hanya saja membutuhkan waktu yang berbeda-beda, tergantung kemampuan metabolisme tubuh.

Kondisi balita N saat ini

Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur Rina Zainun mengungkapkan hasil pemeriksaan terbaru dari balita N.

Hasilnya, balita tersebut sudah dinyatakan negatif zat metamfetamin dan kondisinya mulai membaik. Sampai saat ini, N masih hiperakti dan juga berkeringat.

"Hari ini tadi dilakukan lagi pemeriksaan air kencing, dan kesehatannya. Hasil dari air kencing tersebut dinyatakan sudah negatif (metamfetamin)," jelas Rina.

"Aktifnya masih belum berkurang, kemudian keringat masih ada, keringat semut sedikit aja. Kalau makannya sudah enak, tidurnya juga rutin. Dan sudah bisa berkomitmen dengan baik," pungkasnya.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Balita Samarinda Positif Sabu Masih Hiperaktif, Seberapa Parah Efeknya Pada Anak?"