Hagia Sophia

14 June 2023

Jepang Perbanyak 'Biro Jodoh' untuk Atasi Merosotnya Angka Kelahiran

Foto: Khadijah Nur/detikHealth

Saking anjloknya angka kelahiran, pemerintah Jepang kini berusaha keras mendorong minat warganya untuk memiliki anak. Salah satu upayanya, yakni dengan aktivitas menjodohkan masyarakat, demi mengatasi jumlah pernikahan yang menyusut selama beberapa dekade terakhir.

Di Prefektur Yamanashi yang bertetangga dengan Tokyo, misalnya, penduduk dapat mencari belahan secara online di metaverse. Di Prefektur Aichi, penyelenggara mempersiapkan salah satu pesta perjodohan terbesar yang pernah diadakan di Jepang, mengundang 400 pria dan wanita untuk pertemuan besar-besaran pada Oktober lalu.

Awal tahun ini, Perdana Menteri Fumio Kishida menyatakan bahwa pihaknya akan menerapkan langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengatasi angka kelahiran yang anjlok di Jepang. Ditegaskannya, langkah tersebut harus dijalankan sekarang atau tidak sama sekali untuk membalikkan krisis demografis negara, yang sudah sangat membebani kondisi sosial.

Sebuah organisasi hadir menaungi warga Jepang yang ingin mencari jodoh, yakni J-Konkatu, yang dikepalai oleh Goto. Organisasi ini mengadakan acara perjodohan di berbagai lokasi sepanjang tahun. Menurutnya, aktivitas di bawah organisasi ini bakal melatih para peserta untuk bersosialisasi dengan lawan jenis.

"Terima kasih telah menghadiri pertemuan hari ini. Saya ingin memulai dengan meminta semua orang untuk memperkenalkan diri secara singkat," ungkap Goto saat membuka aktivitas cari jodoh yang digelarnya, dikutip dari Japan Times, Selasa (13/6/2023).

"Secara umum, orang Jepang tidak pandai mengembangkan hubungan romantis. Jadi saya tidak terlalu berharap pasangan lahir di sini di acara ini. Sebaliknya, saya ingin mereka lebih percaya diri berbicara dengan orang lain," beber Goto lebih lanjut.

Angka Kelahiran Makin Anjlok

Mengacu pada data Kementerian Kesehatan Jepang, terdapat 504.878 pernikahan sepanjang 2022. Beberapa tahun sebelumnya, misal pada 2010 terdapat 706.000 pernikahan dan pada 2010 terdapat 798.000 pernikahan. Artinya, terdapat 37 persen penurunan dalam dua dekade.

Sementara itu, jumlah kelahiran bayi turun menjadi 770.747 pada tahun 2022, terendah sejak pemerintah mulai mencatat pada tahun 1899. Total kematian meningkat sekitar 129.000 menjadi 1,57 juta pada tahun yang sama, sementara populasi Jepang terus turun dari 128,1 juta menjadi 124,5 juta pada tahun 2008.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Angka Kelahiran Anjlok Imbas Ogah pada Nikah, Jepang Perbanyak 'Biro' Jodoh"