Hagia Sophia

17 October 2023

Canggihnya The Sphere Las Vegas yang Digunakan Konser U2

Foto: Anadolu Agency via Reuters Conne/Tayfun Coskun

Konser U2 di Las Vegas, AS baru-baru ini cukup menghebohkan dan viral di media sosial. Selain karena penampilan keren band legendaris asal Inggris ini, kecanggihan The Sphere yang menjadi tempat konser pun tak luput dari perhatian.

The Sphere di Las Vegas boleh dibilang adalah struktur bangunan berbentuk bola terbesar dan paling rumit di dunia. Pembangunannya memerlukan lebih dari sekadar pengetahuan teknik dan arsitektur. Lebih dari 100 paten dikeluarkan untuk pembangunan tempat hiburan ini.

Tempatnya sangat unik. Eksteriornya memiliki tinggi 112 meter dan lebar 157 meter, sehingga menciptakan permukaan layar LED seluas 54.000 meter persegi dan menjadi layar terbesar di dunia.

Seperti dikutip dari IFL Science, Minggu (15/10/2023) membangun benda dengan kelengkungan tidaklah mudah. Mengingat kembali peradaban kuno, tidak semuanya berhasil menemukan cara membuat lengkungan.

Rahasianya adalah menopang struktur hingga struktur melengkung dapat bertahan. Setelah kubah ditutup, jika proyek pengerjaan bangunan dilakukan dengan benar, kubah tersebut akan stabil. Namun, mencapai level ini sangat sulit dilakukan.

Kubah tempat auditorium ini membutuhkan 32 rangka yang masing-masing berbobot 100 ton untuk menopang strukturnya. Di atasnya terdapat eksosfer yang 30% lebih tinggi dari kubah.

Bayangkan, pengerjaan bangunan kemudian harus menuangkan beton ke dalam struktur lalu harus memasang sejumlah besar LED baik di dalam maupun di luar. Apalagi skala proyek ini sangat besar, proyek raksasa.

"Ini adalah hal yang luar biasa. Dibutuhkan lebih dari cukup kecemerlangan untuk membangun tempat ini," kata David Dibble, CEO MSG Ventures yang bertanggung jawab atas teknologi gedung tersebut.

Layar internal Sphere memiliki resolusi 16K pada area seluas 14.900 meter persegi, yang merupakan layar resolusi tinggi terbesar di dunia. Setiap dioda hanya berjarak beberapa milimeter dari yang berikutnya, menciptakan pengalaman menonton yang luar biasa. Orang-orang yang menghadiri konser U2 berbagi pengalaman mereka tentang hal ini sehingga The Sphere makin viral.


"(Pembangunan The Sphere) cukup sulit," kata Paul Westbury, wakil presiden eksekutif pengembangan dan konstruksi di Sphere Entertainment, menambahkan dalam wawancara yang sama.

"Lebih sulit lagi, mata manusia luar biasa dan dapat menangkap sedikit perbedaan dalam posisi geometris. Kami memiliki 189 juta dioda di dua lapangan sepak bola, dan tidak ada yang bisa keluar dari posisinya lebih dari ketebalan sehelai rumput," ujarnya.

Layar eksternal juga memerlukan teknologi yang berbeda, namun sama rumitnya. Lagi pula, LED akan terkena cuaca di luar sana. Solusinya adalah menyusunnya dalam 48 keping yang disegel dengan silikon hitam non-reflektif.

Permukaan luarnya ditutupi dengan 1,23 juta keping ini. Dengan cerdik, mereka dapat dengan mudah diganti jika tidak berfungsi. Semuanya memiliki cara push, pop atau twist sederhana jika akan dipasang dan dihapus.

Kabarnya, bangunan serupa sedang dikerjakan di sejumlah tempat di negara lain, salah satunya di London, Inggris. Selama belum ada The Sphere yang lain, The Sphere di Las Vegas menjadi bola terbesar di dunia sejauh ini.





























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Kecanggihan The Sphere Las Vegas, Bola Terbesar dan Terumit di Dunia"