Hagia Sophia

20 November 2023

Beberapa Gejala Darah Tinggi yang Sering Terabaikan

Ilustrasi sakit tengkuk. (Foto: shutterstock)

Darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi yang sangat harus diwaspadai. Penyakit darah tinggi bisa memicu stroke yang dapat menyebabkan kematian mendadak. Kondisi ini harus diwaspadai terlebih darah tinggi bisa muncul tanpa gejala.

Dikutip dari Cleveland Clinic, gejala darah tinggi biasanya baru muncul ketika kondisinya sudah semakin parah. Kendati demikian, gejala darah tinggi naik kerap disepelekan lantaran mirip gejala penyakit biasa.

Padahal darah tinggi yang sudah bergejala berisiko memicu komplikasi yang lebih serius, seperti penyakit jantung, ginjal, hingga stroke. Karena itu, gejala darah tinggi naik tidak boleh dianggap remeh dan harus segera ditangani.

Gejala Darah Tinggi yang Sering Diabaikan

1. Sakit Kepala
Salah satu gejala darah tinggi naik yang kerap diabaikan adalah sakit kepala. Padahal, sakit kepala adalah salah satu tanda tekanan darah tinggi sudah berada di tingkat yang sangat parah.

Dikutip dari Healthline, pengidap darah tinggi umumnya tidak mengalami sakit kepala. Tapi jika tekanan darahnya sudah berada di angka yang sangat tinggi, seperti 180/120 mmhg, maka pengidapnya akan mengalami gejala sakit kepala hebat, Sakit kepala ini akan terasa di dua sisi dan semakin memburuk ketika beraktivitas.

Karena itu, jika memiliki risiko darah tinggi dan mengalami sakit kepala, segera periksakan diri ke dokter untuk mencegah terjadinya kemungkinan yang lebih serius.

2. Nyeri Dada
Gejala darah tinggi naik selanjutnya adalah nyeri pada bagian dada. Dikutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tekanan darah tinggi dapat menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah arteri.

Ketika mengalami kerusakan, maka pembuluh darah arteri akan menjadi kurang elastis sehingga memengaruhi fungsinya untuk mengalirkan darah dan oksigen dari jantung. Inilah yang menyebabkan nyeri dada pada pengidap darah tinggi.

3. Sakit di Tengkuk
Pernah tiba-tiba merasakan sakit di tengkuk? Jangan anggap remeh, sebab hal itu bisa saja merupakan gejala darah tinggi naik.

Dikutip dari Science Daily, otot leher memiliki peran penting dalam memengaruhi bagian otak yang mengatur fungsi seperti pernapasan dan tekanan darah. Sinyal saraf di leher juga berfungsi untuk memastikan suplai darah ke otak cukup saat mengubah postur tubuh, seperti dari duduk ke berdiri.

Jika sistem sinyal saraf antara leher dan otak tersebut mengalami gangguan, maka dapat menimbulkan gejala nyeri atau sakit di tengkuk.

4. Telinga Berdengung
Gejala darah tinggi naik lain yang kerap diabaikan adalah telinga berdengung atau tinnitus. Dikutip dari Soundly, hal ini terjadi ketika darah yang melewati pembuluh darah di kepala, sinus, atau telinga mengalir terlalu kencang. Hal ini menyebabkan turbulensi aliran darah sehingga memunculkan sensasi telinga berdengung.

5. Mual dan Muntah
Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah, termasuk di otak. Ketika ini terjadi, maka akan ada peningkatan tekanan di dalam kepala yang kemudian memicu pusing, mual, dan muntah.

6. Penglihatan Kabur
Penglihatan kabur juga menjadi salah satu gejala darah tinggi naik yang sering disepelekan. Dikutip dari laman America Heart Association, tekanan darah tinggi dapat membuat pembuluh darah di mata menjadi pecah sehingga menyebabkan gangguan penglihatan. Kondisi ini disebut juga dengan istilah retinopati hipertensi.

Selain itu, hipertensi juga bisa memicu penyumbatan pada pembuluh darah, yang dalam jangka panjang berisiko menyebabkan kerusakan pada saraf optik.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "6 Gejala Darah Tinggi yang Kerap Diabaikan, Termasuk Sakit di Tengkuk"