Hagia Sophia

27 November 2023

Berbagai Rumor Tentang Penyakit Putin, Disebut Sisa Hidup Tinggal 2 Tahun

Vladimir Putin. Foto: Gavriil Grigorov, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP

Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah berkali-kali dikabarkan mengidap penyakit keras. Kini rumor terbaru, ia dikabarkan terkena gagal jantung dan meninggal dunia, kemudian jenazahnya disimpan di dalam freezer.

Rumor tersebut telah dibantah oleh pihak Kremlin. Ditegaskannya, Putin masih hidup dan hanya ada satu Putin yang kini menjabat sebagai presiden. Artinya, tidak ada 'kembaran' yang menggantikan sosok Putin yang terlihat saat ini. Hal itu menyusul narasi yang menyebut, sosok Putin yang beberapa waktu terakhir ini terlihat melakukan perjalanan luar negeri adalah sosok 'pengganti'.

Ini bukan kali pertama Putin disebut-sebut sakit keras. Berikut sejumlah kabar terkait kondisi kesehatan Putin yang sempat beredar:

Gagal Jantung
Sebelum beredar kabar 'kematian' Putin, saluran Telegram sempat mengabarkan Putin menderita 'serangan jantung' di kediamannya di Moskow pada 22 Oktober 2023. Mereka menyebut, Putin ditemukan tergeletak di lantai di samping meja makanan yang terbalik. Putin sempat dibawa ke ruangan terdekat yang dilengkapi fasilitas medis tempat ia diberikan CPR.

"Dokter melakukan resusitasi, setelah sebelumnya menetapkan bahwa presiden mengalami serangan jantung. Bantuan diberikan tepat waktu, jantungnya dihidupkan dan Putin sadar kembali," ujar saluran tersebut. Namun, hal telah dibantah juga oleh pihak Kremlin.

Kanker Pankreas
Pada November 2022, muncul rumor Putin menderita kanker pankreas, bermula dari bocoran dokumen mata-mata Kremlin dan informasi yang dibagikan oleh Jenderal SVR. Putin dikatakan telah kehilangan berat badannya sebanyak lebih dari 8 kg.

Gangguan Saraf
Pada April 2023, terdapat rumor yang menyebut Putin menderita gangguan saraf setelah beralih ke pengobatan kanker yang lebih kuat. Saat itu, juru bicara Putin, Dmitry Peskov, tidak langsung menyangkal rumor tersebut. Namun kemudian, ia menyebut rumor tersebut 'sangat aneh'.

"Dia sekarang menjalani pengobatan ketiga. Dua yang sebelumnya sangat tidak berhasil," kata analis politik Valery Solovey, mantan profesor di Institut Hubungan Internasional (MGIMO) yang bergengsi di Moskow.

Menurutnya, petugas medis menyuntikkan obat antipsikotik yang membuat kondisi Putin membaik dalam waktu cepat.

Parkinson
Pada April 2022, beredar rumor Putin tidak dapat berdiri diam, kakinya terpelintir dan terlihat gemetar saat tampil di depan umum. Hal itu terlihat saat Putin bertemu dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko di Sochi, ia menggerakkan kakinya dengan canggung. Dari sanalah muncul dugaan, Putin terkena penyakit parkinson.

"Gemetar yang dialaminya konsisten dengan penyakit Parkinson dan tentu saja getaran yang dialaminya juga konsisten dengan penyakit tersebut," kata Profesor Angus Dalgleish dari St George's, Universitas London.

Disebut Punya Sisa Hidup 2-3 Tahun

Pada Mei 2022, muncul juga laporan Putin tinggal memiliki sisa waktu hidup sebanyak dua sampai tiga tahun gegara mengidap kanker parah. Disebutkan juga bahwa gegara penyakit itu, Putin kehilangan penglihatan.

"Kami diberitahu bahwa dia (Putin) menderita sakit kepala dan ketika dia muncul di TV dia membutuhkan selembar kertas dengan segala sesuatu yang ditulis dalam huruf besar untuk membaca apa yang akan dia katakan," lapor intelijen Rusia dalam klaimnya yang secara eksklusif disampaikan kepada Mirror News UK.

"Kertas itu sangat besar sehingga setiap halaman hanya dapat memuat beberapa kalimat . Penglihatannya semakin memburuk. Anggota tubuhnya sekarang juga gemetar tak terkendali," pungkasnya.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sederet Rumor Penyakit Putin, Sempat Disebut Punya Sisa Hidup Tinggal 2 Tahun"