Hagia Sophia

27 November 2023

Kasus Pertama di Singapura di 2023, Balita Meninggal Karena COVID

Ilustrasi bayi meninggal (Foto: iStock)

Seorang bayi laki-laki di Singapura berusia 13 bulan meninggal dunia akibat COVID-19. Ini menjadi kasus kematian anak-anak akibat COVID pertama tahun 2023 di negara tersebut.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan bahwa bayi tersebut tak divaksinasi COVID-19 dan memiliki kondisi bawaan dengan prognosis buruk sebelum terinfeksi virus.

"Dia dinyatakan positif COVID-19 pada 10 Oktober 2023 dan dirawat di rumah sakit pada hari yang sama," kata kementerian tersebut, dikutip dari Channel News Asia.

"Pasien tersebut meninggal dunia pada 12 Oktober, dan penyebab kematiannya adalah infeksi COVID-19 akut, dengan kondisi bawaan yang menjadi penyebabnya," sambungnya lagi.

Kementerian Kesehatan Singapura juga mengonfirmasi bahwa ini adalah kematian pertama di Singapura yang disebabkan oleh COVID pada pasien berusia di bawah 12 tahun di tahun 2023.

Tiga anak meninggal karena COVID tahun lalu, sementara tidak ada kematian akibat virus tersebut pada anak di tahun 2020 hingga 2021.

"Risiko terjadinya COVID yang parah pada anak-anak lebih rendah dibandingkan pada orang dewasa yang lebih tua, namun dampak buruk masih dapat terjadi, terutama pada mereka yang memiliki kondisi medis penyerta dan belum menerima vaksinasi COVID," kata Kementerian Kesehatan Singapura.

Kementerian itu juga mendesak semua individu yang berusia enam bulan ke atas untuk mendapat vaksinasi, termasuk booster.

Sebelumnya pada bulan Oktober, Singapura memperbarui rekomendasi vaksin COVID-19, mendorong masyarakat berusia enam bulan ke atas untuk menerima dosis tambahan pada tahun 2023 atau 2024. Individu yang memenuhi syarat dapat menerima dosis tambahan sekitar satu tahun, dan tidak lebih awal dari lima bulan setelah suntikan terakhir.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Viral Balita Meninggal Kena COVID, Jadi Kasus Pertama di Singapura Sepanjang 2023"