Hagia Sophia

15 November 2023

Ditemukan 5 Anak di DIY Idap Radang Otak Japanese Encephalitis

Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff

Sebanyak lima orang anak di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilaporkan menjadi pasien suspek penyakit radang otak Japanese Encephalitis (JE). Satu anak di antaranya meninggal dunia.

"Iya benar tahun ini kami menemukan lima anak suspek JE, satu di antaranya meninggal dunia," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, Rina Nuryati kepada detikJogja, Selasa (14/11/2023).

Temuan ini disebut hasil dari surveilans virus JE yang rutin dilakukan Dinkes Kulon Progo. Petugas surveilans memeriksa kondisi kesehatan masyarakat, khususnya yang mengalami gejala mirip JE seperti demam tinggi, kejang, dan penurunan kesadaran.

Kelima anak tersebut dinyatakan suspek Japanese Encephalitis saat menjalani perawatan di rumah sakit pada ahir Oktober sampai awal November 2023.

"Untuk kondisinya, empat anak sudah membaik dan kabarnya telah dipulangkan dari rumah sakit. Sedangkan satu anak meninggal dunia," ujarnya.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, Japanese Encephalitis (JE) adalah penyakit radang otak yang ditularkan melalui vektor penyebar virus JE yaitu nyamuk Culex. Di Indonesia, kasus konfirmasi JE dalam periode tahun 2014 sampai dengan per Juli 2023 dilaporkan sejumlah 145 kasus dengan 30 kasus di antaranya berada di Provinsi Kalimantan Barat.

Angka kematian atau Case Fatality Rate (CFR) penyakit ini mencapai 20-30 persen. Sekitar 30-50 persen dari pasien yang bertahan hidup akan mengalami gejala sisa seperti lumpuh atau kejang, perubahan perilaku, hingga kecacatan berat.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "5 Anak di DIY Suspek Penyakit Radang Otak Japanese Encephalitis, 1 Meninggal"