Hagia Sophia

05 December 2023

Ini Kata WHO Terkait Naiknya Kasus COVID-19

Ilustrasi. Foto: Getty Images/loops7

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan status varian Corona BA.2.86 dari golongan 'Variant of Interest' (VoI) ke 'Variant under Monitoring', meskipun risiko varian ini disebutnya rendah.

Lantas jika risiko fatalitas penyebaran varian Corona ini tak perlu dikhawatirkan, mengapa WHO memperbaharui levelnya?

"Kami telah melihat peningkatan yang lambat dan stabil dalam deteksi penyakit ini di seluruh dunia," ungkap pimpinan teknis WHO untuk COVID-19, dr Maria Van Kerkhove, dikutip dari CNN, Senin (4/12/2023).

"Dengan mengkarakterisasinya sebagai varian yang diminati sangat membantu mendorong pengawasan terhadap varian jenis ini di seluruh dunia serta merangsang penelitian," imbuhnya seraya menegaskan, penting untuk memahami lebih lanjut apakah varian BA.2.86 menyebabkan penyakit yang lebih parah atau mampu menghindari dari kekebalan tubuh.

BA.2.86, yang oleh sebagian pengamat virus dijuluki Pirola, memiliki genetik yang sangat berbeda dari virus penyebab COVID-19 sebelumnya. Lantaran varian ini memiliki lebih dari 30 mutasi pada protein lonjakannya, para ilmuwan khawatir virus ini akan melampaui kekebalan vaksinasi dan infeksi sehingga memicu gelombang COVID-19 baru.

Namun yang kini masih menjadi tanda tanya buat para peneliti, penyebaran BA.2.86 tidak berkembang layaknya Omicron pertama. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa seiring berkembangnya semua mutasi baru, varian ini kehilangan sebagian kemampuannya untuk menginfeksi sel manusia, sehingga pertumbuhannya pun melambat.

Ahli virologi komputasi di Fred Hutchinson Cancer Center di Seattle, dr Jesse Bloom, menyebut BA.2.86 terus berevolusi dan berpotensi menciptakan keturunan yang lebih kuat. Menurutnya, mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Columbia dan di China, ditemukan bahwa varian JN.1 memiliki satu perubahan kode genetik, yang membuatnya lebih mampu lolos dari pertahanan kekebalan tubuh.

"Dari segi kebugaran, yang kami lihat adalah JN.1 meningkat jumlahnya lebih cepat dibandingkan induknya, BA.2.86," tutur Bloom.

"Dari sudut pandang ilmiah, semua varian ini sedang berpindah-pindah, dan saya dapat melihat salah satu keluarga tersebut menyebar. Sulit untuk mengatakan apa sebenarnya dampaknya terhadap jumlah kasus COVID dan beban penyakit COVID pada musim dingin ini," pungkasnya.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "WHO Bicara soal Varian Pirola BA.2.86, Disebut Pemicu Kasus COVID-19 Naik Lagi"