Hagia Sophia

06 December 2023

Tangisan Anak Gaza Diantara Serangan Israel yang Tak Kunjung Berhenti

Foto: REUTERS/IBRAHEEM ABU MUSTAFA

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat lebih dari 6.600 anak tewas imbas serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober.

"Ribuan lainnya hilang di bawah reruntuhan di tengah pengeboman yang tiada henti," demikian pernyataan resmi otoritas setempat.

Pada Jumat, Direktur Eksekutif Dana Anak-anak PBB Catherine Russell, bahkan menggambarkan kondisi Gaza saat ini menjadi tempat paling berbahaya di dunia bagi anak-anak.

Russell menyebut ratusan anak bakal meninggal setiap hari jika kekerasan kembali mencapai skala dan intensitas seperti sebelum gencatan senjata sepekan berakhir.

"Padahal selama tujuh hari kemarin, ada secercah harapan bagi anak-anak di tengah mimpi buruk yang mengerikan ini," kata Russell dalam sebuah pernyataan.

Sekitar setengah dari 2,3 juta penduduk Gaza berusia di bawah 18 tahun. Banyak anak di Gaza mengalami trauma akibat perang, dan beberapa di antaranya terkena lima serangan Israel sejak 2008.

Studi yang dilakukan Biro Pusat Statistik Palestina sebelum perang dimulai pada 7 Oktober menemukan 13 persen anak-anak termasuk di umur lima hingga 17 tahun mengidap kecemasan.

Biro tersebut memperkirakan 52.450 anak-anak dan anak di bawah umur mengalami stres pada 2023, sementara 13.000 anak lain baru mengeluhkan tanda-tanda depresi.

Namun jumlahnya diperkirakan akan meningkat secara eksponensial karena perang kembali dimulai.

Defense for Children International-Palestine, sebuah LSM, mengatakan pada awal November pasukan Israel membunuh dua kali lebih banyak anak-anak Palestina di Jalur Gaza pada Oktober dibandingkan jumlah total anak-anak Palestina yang terbunuh di Tepi Barat dan Gaza jika digabungkan sejak tahun 1967.

"Lebih dari 15.500 orang tewas di wilayah Palestina yang terkepung dalam lebih dari delapan minggu pertempuran dan pengeboman besar-besaran," kata Kementerian Kesehatan.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Derita Anak Gaza di Tengah Serangan Non-stop Israel, Ratusan Meninggal Tiap Hari"