Hagia Sophia

06 December 2023

Pesan Menkes ke Gen Z: Sering Jalan Kaki dan Jangan Banyak Makanan Manis

Ilustrasi jalan kaki. (Foto: iStock)

Kementerian Kesehatan RI meluncurkan perangkat ajar kesehatan dalam kurikulum merdeka. Hal ini diharapkan bisa membantu upaya pemerintah menyiapkan generasi emas di bonus demografi 2030 mendatang.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut perangkat ajar kesehatan yang resmi masuk kurikulum merdeka menjadi langkah efektif edukasi kesehatan di PAUD, SD, SMP, SMA untuk mencegah risiko penyakit diabetes, tuberkulosis, infeksi paru, sampai stroke. Sederet penyakit dengan beban terbesar pembiayaan kesehatan di Tanah Air.

"Di kurikulum merdeka, dimasukkan bahan ajaran bagaimana hidup sehat, baik itu terkait lingkungan, asupan makanan, maupun perilakunya, kalau semua anak-anak kita yang tadi sebagaimana menjaga agar tetap hidup sehat, tidak masuk RS sampai wafat, mereka akan jauh lebih produktif, mereka akan bisa mendorong rata-rata income per kapita kita, di atas Rp 5 juta," beber Menkes dalam agenda launching yang digelar di Balai Sudirman, Senin (4/12/2023).

Demi menjadi negara maju, rata-rata pendapatan warga di Indonesia perlu berada di kisaran Rp 15 juta. Untuk mencapai potensi tersebut, hal yang utama menurut Menkes Budi adalah menjaga kesehatan.

"Rumusnya dua, orang Indonesia mesti pintar dan mesti sehat, dalam sejarah, bangsa-bangsa di seluruh dunia ada waktu tertentu di mana dia bisa jadi negara maju, itu terjadi pada saat puncak bonus demografi, Jepang, Korsel, Eropa mereka masuk ke negara maju dekat-dekat puncak bonus demografi, karena pada saat itu paling banyak usia produktif," sorot Menkes.

Karenanya, Indonesia dinilai jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Tersisa waktu tujuh tahun menuju 2030, pemerintah disebutnya wajib meningkatkan pendapatan per kapita sampai tiga kali lipat.

"Masyarakat mesti pintar dan sehat, karena kalau nggak sehat kayak stunting, nggak pintar," sorotnya.

Kepada anak muda, dia berpesan untuk menjaga pola makan agar tidak menimbulkan beragam penyakit termasuk diabetes hingga obesitas. Aktivitas fisik juga perlu ditingkatkan.

"Generasi muda harus sehat, ke sekolah jalan kaki, jangan banyak-banyak makan gula," pesan dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr Maria Endang Sumiwi menyebut ada 22 topik kesehatan terkait perilaku sehat yang diharapkan menjadi pembelajaran anak muda. Beberapa di antaranya termasuk gizi, sanitasi, kesehatan jiwa, kesehatan produk, imunisasi, pengobatan, sampai kesiapsiagaan bencana

"Peningkatan literasi, melalui perangkat ajar, diharapkan dapat mendukung upaya kampanye sekolah sehat," beber dr Endang.

"Dilakukan bekerja sama dengan praktisi pendidikan dan organisasi profesi, IDAI, PERKI, psikolog anak, dan juga Kemendikbudristek," sambungnya.

Sejauh ini, sudah diunggah sebanyak 11 perangkat pengajar dan 94 perangkat pengajar lain masih dalam proses pengembangan serta analisa. Ada tiga perangkat pengajar yang paling banyak diakses tenaga pendidikan berdasarkan pantauan November 2023, termasuk Komik Hore TB Sembuh, yang fokus dalam penanganan dan pencegahan tuberkulosis.

Kedua, terkait obesitas pada anak, dan ketiga soal makan gizi seimbang. Uji coba perangkat kesehatan ini sudah dilakukan di 7 provinsi termasuk Banten, Sumatera Barat, hingga Kalimantan Utara.

"Lalu juga sudah dilakukan talkshow, di satuan penddikan jenjang PAUD, SD, SMP, SMA yang sederajat, nantinya kami harapkan para guru dan pendidik menggunakan ini," pungkasnya.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Menkes Titip Pesan Buat Gen Z: Rutin Jalan Kaki, Jangan Banyak Makan Manis!"