Hagia Sophia

27 January 2024

Angka Stunting di RI Kalah Jauh dari Singapura dan Thailand

Ilustrasi stunting. (Foto: Getty Images/iStockphoto/adrian825)

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengungkapkan tingginya kasus stunting di Indonesia. Jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga seperti Thailand dan Singapura, Indonesia bahkan memiliki prevalensi yang cenderung jauh lebih tinggi.

"Menurut data di tahun 2022, prevalensi stunting Indonesia itu di angka 21,6 persen. Malaysia di bawah kita 20,9 persen, Thailand jauh di bawah kita 12,3 persen, Jepang 5,5 persen, malah singapura hanya 2,8 persen," ucap Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes Lovely Daisy, MKM ketika ditemui detikcom di Jakarta Selatan, Kamis (25/1/2024).

Daisy mengatakan berdasarkan anjuran WHO, prevalensi stunting di bawah 5 persen seperti yang dimiliki Singapura termasuk sangat rendah. Capaian tersebut sangat baik jika dibandingkan dengan Indonesia.

Ia menuturkan ada beberapa faktor yang menyebabkan jarak yang cukup jauh dalam prevalensi kasus stunting Indonesia dengan negara-negara tetangga. Beberapa faktor yang dimaksud adalah masih tingginya angka penyakit pada anak hingga masih kurangnya pengetahuan atas pemberian gizi cukup pada anak.

"Kalau punya anak itu pasti nanti berat badannya tidak naik, itu jangan sampai terjadi. Salah satu pencegahannya adalah dengan imunisasi dan jangan sampai gizinya itu kurang," jelas Daisy.

Konsumsi makanan pada anak harus memperhatikan gizi makro dan mikro yang tercukupi bagi anak. Gizi makro meliputi karbohidrat, protein, dan lemak. Sementara gizi mikro meliputi vitamin dan mineral.

Menurut Daisy, pendidikan dan kondisi ekonomi masyarakat di Indonesia juga memberikan pengaruh. Misalnya orang tua yang tidak dapat memberikan makanan tertentu karena harganya yang mahal atau juga bisa karena tidak mengerti bahwa anak sangat membutuhkan protein hewani.

Selain itu, Daisy juga menyoroti kualitas sanitasi yang masih buruk di beberapa wilayah.

"Ada yang lain juga misalnya di rumah tidak memiliki jamban, sehingga anak diare itu berat badannya tidak akan naik, atau malah turun. Itu faktor-faktor kenapa stunting tinggi karena penyakitnya anak masih tinggi, konsumsi gizi anak juga masih rendah," pungkasnya.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Angka Stunting RI Tembus 21 Persen, Kalah Jauh dari Singapura dan Thailand"