Hagia Sophia

30 January 2024

Perang Israel Tak Kunjung Usai, Warga Gaza Terancam Kedinginan

Kondisi warga di Gaza. (Foto: REUTERS/IBRAHEEM ABU MUSTAFA)

Serangan tanpa henti di infrastruktur dan cuaca dingin di Gaza membuat wilayah Palestina benar-benar tidak bisa dihuni. Hal ini disampaikan oleh PBB pada Jumat (26/1/2024).

"Saya khawatir akan lebih banyak warga sipil yang tewas," kata Ajith Sunghay, kepala Kantor Hak Asasi Manusia PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina.

"Serangan yang terus menerus terhadap fasilitas yang dilindungi secara khusus, seperti rumah sakit, akan membunuh warga sipil, dan akan ada dampak yang lebih besar terhadap akses terhadap layanan kesehatan, keselamatan dan keamanan pada umumnya bagi warga Palestina," jelasnya yang dikutip dari laman Al-Arabiya.

Otoritas kesehatan Gaza mengungkapkan serangan tanpa henti dari Israel telah membunuh lebih dari 26.000 warga Palestina. Hal ini juga merusak fasilitas kesehatan, menyebabkan kekurangan makanan, air bersih, hingga obat-obatan.

Selain itu, Sunghay juga prihatin dengan dampak hujan dan cuaca dingin di Gaza. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya fasilitas yang bisa digunakan sebagai tempat berlindung.

"Hal ini sudah dapat diprediksi pada saat ini, dan berisiko membuat situasi yang sudah tidak sehat menjadi tidak dapat dihuni lagi oleh masyarakat," kata Sunghay.

"Sebagian besar tidak memiliki pakaian hangat atau selimut. Gaza Utara, tempat pemboman (Israel) terus berlanjut, hampir tidak dapat diakses, bahkan untuk memberikan bantuan kemanusiaan dasar."

Sunghay mengatakan kondisi saat ini ini bisa menjadi bencana, jika pemboman atau serangan terus berjalan.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Serangan Israel Nggak Kelar-kelar, Warga Gaza Terancam Mati Kedinginan"