Hagia Sophia

30 January 2024

Beberapa Makanan Ini Bisa Bantu Perpanjang Umur Manusia

Ilustrasi panjang umur. (Foto: Getty Images/FG Trade)

Banyak orang berupaya melakukan segala cara untuk memiliki umur yang panjang. Dari memulai pola hidup yang sehat hingga melakukan banyak perawatan.

Untuk memiliki umur panjang memang bisa dipengaruhi beberapa faktor, seperti lingkungan, riwayat keluarga, hingga masalah kesehatan. Namun, ternyata pola makan juga bisa membantu untuk memperpanjang umur seseorang.

Berikut 10 makanan yang menurut para ahli diet bisa membantu memperpanjang umur yang dikutip dari laman Prevention:

Telur
Meskipun telur memiliki kandungan kolesterol tinggi, penelitian menunjukkan makanan ini tidak mempengaruhi kolesterol darah secara keseluruhan seperti halnya lemak jenuh.

Faktanya, salah satu meta-analisis yang diterbitkan dalam Journal of American College of Nutrition, menemukan bahwa individu dengan asupan telur yang tinggi atau sekitar tujuh kali seminggu, memiliki penurunan risiko stroke sebesar 12 persen. Itu lebih besar dibandingkan dengan mereka yang memiliki asupan telur yang rendah atau sekitar kurang dari dua kali seminggu.

Sayuran hijau
Sayuran hijau, seperti bayam, kangkung, dan lobak Swiss kaya akan folat, penting untuk pertumbuhan sel dan pembentukan sel darah merah. Sayuran-sayuran itu juga mendukung karoten atau pigmen yang bertindak sebagai antioksidan bisa membantu menjaga kesehatan penglihatan, tulang, gigi, dan kulit.

"Folat dari sumber makanan alami membantu melindungi fungsi otak seiring bertambahnya usia," kata ahli diet Suzanne Dixon, RD.

"Selain itu, karoten memberikan tambahan antioksidan, yang melindungi terhadap pembusukan DNA atau kerusakan sel. Kerusakan ini dapat terakumulasi seiring berjalannya waktu, berkontribusi terhadap kanker dan penyakit jantung," sambungnya.

Ikan
Ahli diet sekaligus penulis The Live Food Factor Susan Schenck, LAc, MOTM, mengatakan mengonsumsi ikan, terutama ikan berlemak seperti salmon, mackerel, dan sarden bisa bermanfaat untuk otak.

"Ratusan penelitian mendukung manfaat ikan kecil berlemak untuk kesehatan otak, karena mengandung asam lemak omega-3 dan DHA (docosahexaenoic acid), yang memberi nutrisi pada otak dan mencegah kehilangan ingatan dan depresi," kata Susan.

Ubi jalar
Penduduk Okinawa, Jepang, dikenal memiliki umur yang panjang, sehat, dan merupakan salah satu populasi centenarian atau orang yang hidup hingga usia 100 tahun terbesar di dunia. Salah satu rahasia mereka adalah mengonsumsi ubi jalar, yang kaya akan vitamin A, potasium, dan serat.

"Orang Okinawa makan lebih sedikit nasi dan lebih banyak ubi dibandingkan orang Jepang pada umumnya. Perbedaan utama dalam pola makan kedua kelompok ini diyakini berperan dalam alasan mengapa orang Okinawa bisa hidup lebih lama dari orang Jepang lainnya," kata Dixon.

Dixon merekomendasikan makan setidaknya tiga hingga lima porsi per minggu, idealnya sebagai pengganti makanan bertepung lainnya seperti nasi, roti, dan sereal dingin.

Bawang-bawangan
Bawang bombay, bawang putih, kucai, daun bawang, dan bawang merah ternyata tidak hanya memberikan penambah rasa pada masakan. Ini mengandung senyawa yang disebut organosulfur, yang membantu proses detoksifikasi tubuh.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa diet dengan bawang merah dan bawang putih dapat membantu menurunkan risiko penyakit. Tambahkan bawang putih cincang dan bawang bombay ke tumisan, salad, dan sup untuk mendapatkan manfaat melawan penyakit.

Kopi
Ternyata minum kopi dalam porsi yang cukup bisa bermanfaat bagi kesehatan. Faktanya, banyak penelitian yang mengaitkan konsumsi kopi dengan penurunan risiko kanker, penyakit kardiovaskular, demensia, penyakit hati, hingga diabetes.

Dixon merekomendasikan untuk menambahkan susu atau krim secukupnya, dan tidak lebih dari satu sendok teh gula ke dalam minuman tersebut.

Teh
Segala jenis teh, seperti teh hijau, hitam, bahkan putih ternyata terkenal karena manfaat kesehatannya. Itu karena senyawa antioksidan dan anti-inflamasinya.

"Konsumsi teh hitam telah dikaitkan dengan peningkatan kepadatan tulang pada wanita lanjut usia dalam berbagai penelitian, dan teh hijau telah terbukti mengurangi risiko kanker payudara dan kanker lainnya," kata Dixon.

Cara terbaik untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari minum teh adalah dengan tidak mengonsumsi kafein secara berlebihan. Disarankan untuk mengonsumsi tidak lebih dari dua hingga tiga cangkir setiap hari.

Alpukat
Alpukat kaya akan vitamin dan mineral, termasuk vitamin C, K, B, E dan A, serta serat dan lemak sehat. Buah satu ini juga mengandung potasium dalam jumlah tinggi-bahkan lebih banyak daripada pisang.

"Kalium membantu menurunkan tekanan darah dengan menyeimbangkan efek negatif garam dalam makanan; semakin banyak kalium yang Anda makan, semakin banyak natrium yang hilang melalui urin," kata ahli gizi Deborah Malkoff-Cohen, RD.

Raspberry
Raspberry, stroberi, blackberry, dan blueberry juga mengandung antioksidan yang disebut polifenol, yang terbukti mengurangi peradangan di seluruh tubuh. Dixon merekomendasikan untuk mengonsumsi tiga hingga lima porsi buah beri setiap minggunya.

"Buah berry yang beku sama baiknya dengan yang segar dan lebih hemat anggaran bagi banyak orang," katanya.

Oatmeal
Oatmeal juga ternyata bisa membantu untuk memperpanjang umur lho. Konsumsi gandum ini dikaitkan dengan penurunan kadar gula darah dan kolesterol.

"Jika kita bisa mencegah lonjakan glukosa darah dalam jangka panjang, itu akan lebih baik bagi jantung kita," jelas pakar gizi Frances Largeman-Roth, RDN,

"Semangkuk oatmeal setiap hari adalah cara terbaik untuk mendapatkan manfaat ini, tapi saya juga suka menambahkan oat ke muffin dan pancake."



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "10 Makanan yang Bisa Bantu Perpanjang Umur, Termasuk Telur hingga Ubi"