Hagia Sophia

30 January 2024

Tren Kecilkan Payudara Diprediksi Akan Marak di 2024

Operasi memperkecil payudara (Foto: iStock)

Ada masanya, operasi plastik untuk memperbesar payudara banjir peminat. Belakangan, tren berubah dan diprediksi terus berlanjut di 2024. Makin banyak yang ingin memperkecil payudara.

Adalah Marc Pacifico, presiden British Association of Aesthetic Plastic Surgeons, yang memprediksi tren tersebut. Dikutip dari Dailymail, ia menyebut para wanita saat ini lebih memilih 'shape over shape' alias mengutamakan bentuk dibanding ukuran.

Diyakini, tren ini dipengaruhi juga oleh selebritas Kylie Jenner yang baru-baru ini menyesali operasi memperbesar payudaranya. Penyesalan tersebut lantas digaungkan lagi oleh sejumlah influencer.

Tren serupa juga diakui oleh Anand Deva, seorang ahli bedah rekonstruksi di Sydney. Dalam wawancara dengan 9 News, saat ini makin banyak wanita yang sadar akan risiko kesehatan di balik implan payudara.

"Operasi memperbesar payudara masih menjadi salah satu prosedur kosmetik nomer satu di dunia," katanya.

"Tapi untuk pertama kalinya kami melihat penurunan pada tren tersebut, dan peningkatan pada jumlah eksplant (pengangkatan)," lanjutnya.

Salah satu faktor yang berpengaruh menurut Deva adalah pengaruh media sosial, karena wanita masa kini makin mudah berkomunikasi dan saling membagikan pengalaman yang sesungguhnya dengan implan payudara. Deva saat ini juga tengah meneliti gejala pada wanita yang meyakini dirinya mengalami Breast Implant Illness (BII).

BII merupakan istilah yang dipakai para wanita dengan implan payudara, yang mengidentifikasi sendiri dan menggambarkan sejumlah gejala seperti fatigue kronis, nyeri, dan brain fog pada perkembangan penyakit autoimun.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tren Mengecilkan Payudara Bakal Marak di 2024, Ternyata Ini Alasannya"