Hagia Sophia

16 February 2025

Menurut Riset, Ini Frekuensi Normal BAB Tiap Harinya

Foto: Getty Images/iStockphoto/patchanan promunat

Buang air besar (BAB) menjadi bagian penting dari proses pencernaan untuk pembuangan kotoran. Sayangnya, tidak semua orang bisa BAB setiap hari.

Beberapa orang baru buang air besar dalam dua hingga tiga kali sehari. Bahkan, ada yang memakan waktu lebih lama, sampai dua kali seminggu.

Sebenarnya seberapa sering sih seseorang harus buang air besar? Mungkinkah yang tidak BAB setiap hari memiliki masalah kesehatan tertentu?

"Tidak ada frekuensi buang air besar yang direkomendasikan secara umum," respons dr Babak Firoozi ahli gastroenterologi bersertifikat di MemorialCare Orange Coast Medical Center di Fountain Valley, California, dikutip dari Verywell Health, Jumat (14/2/2025).

Secara umum, kebanyakan orang tanpa masalah medis atau kondisi kesehatan tertentu, bisa buang air besar antara tiga kali sehari hingga tiga kali seminggu. Hal ini mengacu temuan studi pada 2010 yang diterbitkan Scandinavian Journal of Gastroenterology.

Riset melaporkan 98 persen peserta dalam populasi dewasa memiliki frekuensi buang air besar yang sama. Namun, jika tidak buang air besar pada frekuensi dari temuan studi tersebut, tidak perlu terlalu panik.

dr Firoozi menilai wajar bagi setiap orang untuk memiliki rutinitas BAB yang berbeda. Hal yang membahayakan adalah, bila frekuensi BAB mendadak berubah dari waktu biasa, serta diikuti keluhan lain, seperti rasa ketidaknyamanan, nyeri, atau masalah pencernaan lain.

"Beberapa orang buang air besar setidaknya tiga kali seminggu dan di sisi lain spektrum, beberapa orang buang air besar lebih dari sekali sehari," kata Firoozi.

"Selama itu pola normal mereka, tidak apa-apa."

Senada, dr Andrew DuPont, ahli gastroenterologi di UTHealth Houston menyebut tak ada yang perlu dikhawatirkan dari kebiasaan tidak BAB setiap hari.

"Beberapa orang hanya memiliki gerakan yang lebih lambat atau kontraksi yang lebih sedikit sehingga mereka mungkin buang air besar lebih jarang," kata DuPont.

"Yang lain mungkin tidak buang air besar setiap hari karena mereka bisa jadi memiliki kondisi medis yang dapat memengaruhi kesehatan usus mereka, termasuk sembelit fungsional, sindrom iritasi usus besar (IBS), ketidaknyamanan perut, gastroenteritis, atau penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn."

Jika memiliki masalah dengan kebiasaan buang air besar atau melihat perubahan mendadak, seperti sembelit yang terus-menerus atau peningkatan frekuensi buang air besar yang tidak terduga, dr Firoozi menyarankan untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan panduan yang lebih personal.

Banyak faktor yang dapat memengaruhi seberapa sering buang air besar, termasuk perubahan gaya hidup, kondisi medis, dan faktor biologis.

Pola makan
Apa yang dimakan dan diminum dapat memengaruhi pencernaan dan pola buang air besar. Misalnya, jika pola makan rendah serat, hal itu dapat membuat tinja lebih sulit dikeluarkan, sehingga meningkatkan kemungkinan mengalami sembelit.

Selain itu, apa yang diminum juga dapat memengaruhi konsistensi dan frekuensi tinja. Minum banyak cairan dapat membantu melunakkan tinja, sementara asupan cairan yang tidak memadai dapat menyebabkan sembelit.

Aktivitas fisik
Olahraga teratur dapat membantu motilitas usus, yang merupakan pergerakan usus. Olahraga membantu pencernaan dengan mempersingkat waktu yang dibutuhkan makanan untuk bergerak melalui usus besar.

Kondisi medis
Beberapa masalah kesehatan, seperti penyakit radang usus, dan gangguan tiroid, dapat memengaruhi pergerakan usus karena menyebabkan sembelit dan diare. Kondisi lain yang dapat memengaruhi pergerakan usus termasuk diabetes, hipertiroidisme, dan penyakit Celiac.

Obat-obatan
Obat-obatan tertentu dapat memperlambat pergerakan usus dan dapat menyebabkan sembelit serta efek samping lain. Obat-obatan umum yang dapat memengaruhi pergerakan usus termasuk obat kemoterapi yang digunakan untuk mengobati kanker, obat-obatan yang digunakan untuk mengobati tukak lambung atau mulas.

Usia
Kebiasaan buang air besar dapat berubah seiring bertambahnya usia, dengan sembelit lebih umum terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, kata Firoozi. Metabolisme melambat seiring waktu, begitu pula motilitas usus dan mobilitas usus.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tak BAB Tiap Hari Pertanda Masalah di Usus? Riset Ungkap Frekuensi Normal BAB"